Jakarta - Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR RI, mengemukakan bahwa terdapat banyak faktor yang menyebabkan pendidikan di Indonesia masih berada di bawah standar negara-negara di Asia Tenggara. Salah satu penyebab utama adalah masalah aksesibilitas, mengingat Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas.
"Apa yang menyebabkan pendidikan kita ini dibandingkan standar internasional tuh kita masih di bawah negara-negara Asean? Nah, tentu ini harus jadi refleksi ya. Ternyata memang ada banyak aspek yang memengaruhi kualitas dan juga aksesibilitas pendidikan," ujar Hetifah menjelang Rapat Paripurna DPR RI ke-1 Tahun Sidang 2026-2027 dan Penyampaian RUU APBN 2027 pada Jumat (14/8/2026).
Wilayah Luas dan Akses yang Sulit
Dia menambahkan, "Pertama negara kita kan memang sangat luas jika dibandingkan dengan Singapura, yang dalam hal ini mungkin dianggap sebagai salah satu negara yang maju dalam hal pendidikannya. Kemudian di samping tadi ya sangat sulit mengakses daerah-daerah pedalaman, daerah-daerah kepulauan, kemudian daerah-daerah marginal, sehingga harus ada afirmasi-afirmasi."
Hetifah menegaskan bahwa di Indonesia, kebijakan pendidikan tidak dapat diterapkan secara seragam di semua daerah. Oleh karena itu, Komisi X DPR juga perlu melakukan pengawasan yang lebih ketat.
Pentingnya Infrastruktur dan Kualitas Pengajar
Dia juga menekankan pentingnya memastikan infrastruktur pendidikan, seperti pembangunan jembatan di daerah yang sulit dijangkau, serta penegasan mengenai kualitas guru dan tenaga kependidikan. "Kunci dari keberhasilan pendidikan kita adalah tentu saja pengajarnya dan tenaga kependidikannya," kata Hetifah.
Lebih lanjut, Hetifah menyatakan, "Jadi semuanya itu harus secara komprehensif kita atasi, tidak bisa hanya satu dua gitu, jadi harus secara keseluruhan." Ia menekankan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan UU Sisdiknas yang juga akan mengintegrasikan UU lain, termasuk UU Guru dan Dosen serta UU Pendidikan Tinggi, agar setiap jenjang pendidikan dapat saling sinkron dan sinergis.