Seorang pria di Pekanbaru, Riau, bernama Gilang terpaksa terlibat dalam jaringan narkoba sebagai kurir yang mengantarkan 43 kilogram sabu. Ia terpengaruh oleh bujuk rayu istri iparnya dan awalnya menolak ajakan tersebut.
Gilang ditangkap oleh tim gabungan dari Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury. Penangkapan terjadi saat Gilang hendak melakukan transaksi sabu di area parkir sebuah mal di Pekanbaru pada tanggal 22 Agustus 2026.
Penangkapan dan Pengungkapan Jaringan
Dalam penangkapan tersebut, Gilang diketahui disuruh oleh seorang bos narkoba berinisial QY, yang saat ini masih dalam pengejaran pihak berwenang. Pengungkapan ini dimulai dari informasi yang diterima Bareskrim mengenai pengiriman narkoba dari Pekanbaru ke Jakarta. Tim melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Gilang saat ia mengambil mobil yang berisi sabu.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa Gilang ditangkap di area parkir mal Jalan Teuku Umar, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan 43 bungkus plastik berwarna hijau tosca yang diduga berisi sabu.
Awal Keterlibatan Gilang
Gilang mengaku bahwa ia diperintah oleh QY, yang dikenalnya melalui Facebook. Sebelum terlibat, ia sempat menolak ajakan untuk bekerja di jaringan narkoba karena tidak mendapat persetujuan dari istrinya, S. Namun, S akhirnya dibujuk oleh W, istri Anto, untuk mengizinkan Gilang bekerja karena ia tidak memiliki pekerjaan tetap.
Setelah bergabung dengan jaringan narkoba pada Juli 2025, Gilang mendapatkan upah yang cukup besar, yaitu Rp 25 juta per pengantaran. Ia juga mengaku telah mengantar sabu ke beberapa kota atas perintah QY. Namun, sejak April 2026, hubungan kerjanya dengan Anto terputus, dan ia tidak lagi terlibat dalam pengiriman narkoba hingga akhirnya ditangkap kembali pada Agustus 2026.
Gilang kini berada dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh Bareskrim Polri, yang terus mengembangkan penyelidikan untuk membongkar jaringan narkoba yang lebih besar dan mengejar bosnya, QY.