TNI Angkatan Udara (AU) telah meminta maaf terkait insiden yang mengakibatkan kaca mobil milik warga retak akibat terkena benda yang diduga flare. Kejadian ini berlangsung saat prajurit melakukan gladi kotor untuk demonstrasi udara dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengungkapkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan menemui pemilik kendaraan secara langsung untuk mendengarkan penjelasan dan memeriksa kerusakan yang terjadi. "Kejadian tersebut telah ditindaklanjuti dengan menemui langsung pemilik kendaraan untuk mendengarkan keterangan serta melihat kondisi kerusakan pada kendaraan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Komitmen TNI AU untuk Ganti Rugi
Nyoman menambahkan bahwa TNI AU akan bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh pemilik mobil. Ia menjelaskan bahwa penyelesaian kasus ini telah dilakukan secara kekeluargaan. "TNI AU memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pemilik kendaraan akibat kejadian tersebut. Sebagai bentuk tanggung jawab, TNI AU akan menanggung seluruh biaya perbaikan kaca kendaraan yang mengalami kerusakan," tuturnya.
Proses perbaikan akan dilakukan secara langsung bersama pemilik kendaraan hingga mobil tersebut kembali dalam kondisi baik. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak jelas kaca depan mobil yang retak akibat tertimpa benda tersebut. Benda itu terlihat terjebak di antara kaca depan dan kap mobil, berbentuk bulat dengan lubang di bagian tengahnya. Perekam video menunjukkan tiga benda bulat yang tampak memiliki bekas terbakar.
Detail Kejadian
Mobil yang terkena benda tersebut sedang terparkir saat insiden terjadi pada Kamis, 13 Agustus, menjelang siang. Kejadian ini menimbulkan perhatian publik dan menyoroti tanggung jawab TNI AU dalam menangani situasi yang merugikan warga.