Jakarta - Pagi ini, seorang warga menjadi korban kecelakaan setelah tertabrak KRL yang melintas di antara Stasiun Cawang dan Tebet, Jakarta Selatan. Menurut informasi dari warga setempat, korban sebelumnya terlihat duduk di pos perlintasan sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
Pantauan di lokasi kejadian pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 09.15 WIB menunjukkan bahwa proses evakuasi jenazah korban telah selesai dilakukan. Petugas dari KAI masih terlihat berjaga di area perlintasan tersebut.
Awal Mula Kecelakaan
Salah satu warga bernama Een (57) menceritakan bagaimana kecelakaan itu terjadi. Ia menjelaskan bahwa korban, yang dikenal sebagai I, sedang duduk di pos perlintasan bersama penjaga. "Sekitar 06.15 WIB itu kita masih nganter kopi itu ke pos yang jaga. Dia (korban) lagi duduk di situ, memang biasanya nongkrong nggak pagi, nggak sore. Namanya ngadem ya, orang sini banyak juga," ungkap Een.
Een, yang memiliki warung Tegal di dekat perlintasan, mengaku sempat menawarkan kopi kepada I, namun tawarannya ditolak. "Sempat saya tawarin 'mau kopi nggak?'. Katanya 'nggak usah'," ucapnya.
Sekitar pukul 06.30 WIB, KRL datang dari arah Stasiun Cawang menuju Tebet. Penjaga perlintasan menurunkan palang seperti biasa untuk menghalangi kendaraan dan pejalan kaki. Namun, Een mendengar suara keras yang mengejutkannya. "Sekitar 06.30 WIB, yang jaga pada lihatnya ke arah kereta (Cawang), tutup palang tiba-tiba kedengeran suara 'bruk'. Ngiranya apa gitu, batu atau apa," jelasnya.
Reaksi Warga dan Evakuasi
Setelah mendengar suara tersebut, penjaga perlintasan berteriak mencari keberadaan korban. "Eh, tiba-tiba yang jaga teriak 'eh Bang Saak (korban) ke mana', nggak ada yang ngeh. Pas kereta berhenti aja baru ketahuan. Ternyata ketabrak," imbuh Een.
Korban dilaporkan terpental sejauh 10 meter hingga ke patok nomor 9. Een menjelaskan bahwa kepala korban mengalami luka parah akibat kecelakaan tersebut. "Mental itu ke sono nomor 9. Itu kereta kencang, kalau badannya utuh, cuma bagian kepalanya ya itu yang hancur," katanya.
Peristiwa ini menarik perhatian banyak warga yang datang ke lokasi. Evakuasi jenazah korban dilakukan oleh pihak kepolisian dan berlangsung hingga sekitar pukul 08.30 WIB. "Wah ramai aja warga di sini," tambah Een.
Warga lain, Bang Jek, menjelaskan bahwa penjaga perlintasan saat itu fokus melihat kereta yang datang, sehingga tidak menyadari keberadaan korban. "Dia (korban) lagi duduk aja di pos. Ada beberapa orang di sini, cuma posisinya kita lihatnya kan ke arah kereta. Tiba-tiba dia hilang, eh ketabrak ternyata," kata Bang Jek.
Akibat kecelakaan ini, perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota mengalami gangguan. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan yang terjadi akibat insiden tersebut. "Kami mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Bogor-Jakarta Kota sehubungan KA 1183 tertemper orang di antara stasiun Pasar Minggu-Manggarai pada jam 06.35, di Km 12+7 dekat Stasiun Tebet," jelasnya.
Keterlambatan ini menyebabkan penumpukan penumpang di beberapa stasiun, dan KAI Commuter meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.