Fakta Nasional

--- Tragedi Kecelakaan Pesawat American Airlines Penerbangan 191 ---

--- Kecelakaan pesawat American Airlines Penerbangan 191 pada 25 Mei 1979 menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah penerbangan Amerika Serikat, mengakibatkan ratusan korban jiwa. ---

N
Naufal Akbar
22 August 2026
28 pembaca
Foto: Ilustrasi pesawat (Getty Images/iStockphoto/npstockphoto)
Foto: Ilustrasi pesawat (Getty Images/iStockphoto/npstockphoto)
---TITLEEXCERPT--- Kecelakaan pesawat American Airlines Penerbangan 191 pada 25 Mei 1979 menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah penerbangan Amerika Serikat, mengakibatkan ratusan korban jiwa. ---CONTENT---

Jakarta - Kecelakaan yang melibatkan pesawat American Airlines Penerbangan 191 merupakan salah satu tragedi yang paling kelam dalam sejarah penerbangan di Amerika Serikat. Insiden ini terjadi akibat terlepasnya mesin pesawat setelah lepas landas. Menurut informasi dari Lembaga Transportasi Nasional AS (NTSB), kecelakaan ini berlangsung pada 25 Mei 1979.

Pesawat yang terlibat adalah McDonnell-Douglas DC-10-10, yang jatuh di area terbuka dekat taman karavan, sekitar 4.600 kaki dari ujung landasan pacu 32R di Bandara Internasional Chicago-O'Hare, Illinois.

Awal Kejadian

Peristiwa tersebut bermula saat pesawat melakukan lepas landas dari landasan pacu 32R dalam kondisi cuaca yang cerah dengan jarak pandang mencapai 15 mil. Namun, saat pesawat melakukan rotasi lepas landas, mesin sebelah kiri bersama dudukan pylon dan sekitar 3 kaki dari pinggiran depan sayap kiri terlepas dari pesawat dan jatuh ke landasan pacu. Akibat kejadian ini, pesawat kehilangan kendali.

Pesawat sempat naik hingga ketinggian 325 kaki, tetapi kemudian mulai miring ke kiri hingga sayapnya melewati posisi vertikal. Dalam kondisi tersebut, moncong pesawat menukik ke bawah melewati garis horizon. Pesawat akhirnya jatuh di ladang kosong dan puing-puingnya menyebar ke taman karavan di sekitarnya, yang menyebabkan kebakaran hebat yang menghancurkan seluruh badan pesawat.

Korban dan Kerusakan

Kecelakaan ini mengakibatkan banyak korban jiwa, dengan total 271 orang di dalam pesawat dan 2 orang di darat tewas. Selain itu, 2 orang lainnya di darat mengalami luka-luka. Insiden ini juga menyebabkan kerusakan yang signifikan, termasuk sebuah hanggar pesawat tua, beberapa mobil, dan sebuah rumah mobil yang hancur akibat dampak dari pesawat.

Penyelidikan yang dilakukan mengidentifikasi penyebab utama kecelakaan sebagai kehilangan daya angkat asimetris dan kemiringan pesawat yang tidak terkendali. Penyebab utama yang ditemukan adalah terlepasnya mesin nomor 1 beserta pylon-nya pada saat kritis lepas landas, yang disebabkan oleh kerusakan pada struktur pylon akibat prosedur perawatan yang tidak tepat. Selain itu, kecelakaan ini juga diduga dipengaruhi oleh komunikasi yang buruk, di mana terdapat kurangnya koordinasi dan pembagian informasi mengenai insiden kerusakan dari perawatan sebelumnya antara pihak operator, produsen pesawat, dan Federal Aviation Administration (FAA).

Artikel Terkait