Fakta Pendidikan

Universitas Airlangga Tetapkan Aturan Penggunaan AI untuk Mahasiswa Baru

Universitas Airlangga (Unair) mengedukasi mahasiswa baru mengenai kebijakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam kegiatan akademik. Dosen FIB Unair, Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari, menjelaskan pent...

U
Ulam Kirana
06 August 2026
42 pembaca
Universitas Airlangga (Foto: UNAIR)
Universitas Airlangga (Foto: UNAIR)

Universitas Airlangga (Unair) mengajak mahasiswa baru untuk memahami lebih dalam mengenai Kebijakan Penggunaan AI di kampus. Dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya, dosen Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Ikhsan menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) merupakan hasil dari kemajuan teknologi yang didorong oleh rasa ingin tahu manusia dalam mencari solusi atas berbagai masalah. Namun, ia juga menekankan adanya risiko yang perlu diperhatikan, terutama terkait dengan pengunggahan data pribadi oleh mahasiswa.

Risiko Penggunaan Data Pribadi

Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak mengunggah informasi sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke dalam sistem, karena data tersebut dapat disimpan dalam database AI.

Etika dalam Penggunaan AI untuk Tugas Kuliah

Mahasiswa yang ingin memanfaatkan AI dalam menyelesaikan tugas kuliah diwajibkan untuk mencantumkan deklarasi penggunaan AI. "Semua karya, baik berupa tulisan maupun visual, idealnya menyertakan deklarasi penggunaan AI. Hal ini penting karena dalam pendidikan, kita dilatih untuk berpikir sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita sendiri," ujarnya di Ruang W.SRendra, Gedung Fakultas Ilmu Budaya, Kampus Dharmawangsa-B Unair.

Ikhsan menegaskan bahwa kontrol penuh atas penggunaan AI berada di tangan mahasiswa. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya mengandalkan hasil kerja AI tanpa pemahaman yang mendalam. "Karena sejatinya AI bekerja berdasarkan basis data dan kita adalah sivitas akademika UNAIR yang menjunjung tinggi nilai Excellence with Morality," tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa AI dalam konteks akademik bukanlah pengganti peran mahasiswa, melainkan berfungsi sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Beberapa penggunaan AI yang diperbolehkan meliputi sebagai sarana brainstorming, pengumpulan ide, serta simulator untuk presentasi dan ujian lisan. Menurutnya, memanfaatkan AI sebagai asisten belajar adalah langkah yang tepat untuk melatih kemampuan berpikir mahasiswa tanpa mengesampingkan proses analisis yang mendalam.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait