Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, dijadwalkan menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Hasanuddin (Unhas) pada hari Sabtu, 5 September 2026. Pemberian gelar ini merupakan pengakuan atas perjalanan hidup, pemikiran, dan dedikasinya yang dianggap layak untuk dihormati.
Xanana Gusmão merupakan sosok kunci dalam perjuangan kemerdekaan Timor Leste dan diakui sebagai Pahlawan Nasional negara tersebut. Unhas menyatakan, "Dia berdiri bukan sebagai Perdana Menteri Timor-Leste atau tokoh penting Asia Tenggara, melainkan sebagai seseorang yang diterima ke dalam keluarga akademik Universitas Hasanuddin," seperti yang tertulis di situs resmi mereka.
Alasan Pemberian Gelar Kehormatan
Menurut Unhas, gelar kehormatan atau honoris causa diberikan karena universitas melihat adanya pengetahuan yang terkandung dalam perjalanan hidup seseorang. Dalam kasus Xanana, Unhas menilai bahwa pengalamannya mencerminkan pelajaran berharga dari sejarah.
"Ia mengalami kolonialisme, perlawanan, penjara, diplomasi, kemerdekaan, lalu pemerintahan. Perjalanannya memperlihatkan bahwa politik bukan hanya perkara merebut kekuasaan, tetapi juga bagaimana sebuah bangsa yang terluka belajar berdiri dan membangun masa depan," jelas Unhas.
Bagi Unhas, perjuangan Xanana tidak hanya tentang membangun perdamaian, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan seperti ingatan, trauma, kepentingan politik, kemiskinan, dan harapan masyarakat. Pengalaman yang dilalui Xanana dianggap memiliki makna mendalam bagi Unhas, yang terletak di kawasan yang telah lama berinteraksi dengan dunia maritim Asia Tenggara.
Profil Singkat Xanana Gusmão
Kay Rala Xanana Gusmão lahir pada 20 Juni 1946 di Manatuto, Timor Leste. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di misi Katolik "Nossa Senhora de Fátima" di Dare sebelum melanjutkan ke Dili. Setelah itu, ia bekerja sebagai surveyor dan mengajar di sekolah China, sebelum terjun ke dalam perjuangan kemerdekaan.
Pada 14 April 2002, Xanana terpilih sebagai Presiden pertama Timor Leste dan dilantik pada 20 Mei 2002, menjabat hingga Mei 2007. Setelah masa kepresidenannya, ia mendirikan partai politik National Congress for Timorese Reconstruction (CNRT) dan menjabat sebagai Perdana Menteri dari 2007 hingga 2015. Setelah hampir sepuluh tahun, pada 2023, ia kembali terpilih sebagai Perdana Menteri Timor Leste.
Unhas sebelumnya juga telah memberikan gelar doktor kehormatan kepada sejumlah tokoh terkemuka, termasuk Ir Soekarno, Moh Hatta, BJ Habibie, dan Nelson Mandela, menjadikan gelar ini sebagai pengakuan yang sangat berharga.