Jakarta, CNN Indonesia -- Ahmad Ali, yang menjabat sebagai Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), memberikan pernyataan mengenai hubungan pribadinya dengan Jusuf Kalla (JK) setelah munculnya kasus hukum yang melibatkan Sekretaris Dewan Pembina partainya, Grace Natalie, serta mantan kader Ade Armando. Grace dilaporkan setelah menuduh JK menistakan agama dalam ceramahnya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Selain Grace, Ade Armando dan Permadi Arya juga terlibat dalam tudingan tersebut, yang berujung pada laporan terhadap ketiga individu tersebut.
Hubungan Pribadi yang Kuat
Ade Armando, belakangan ini, telah menyatakan pengunduran dirinya sebagai kader PSI setelah terlibat dalam laporan tersebut. Meskipun demikian, Ahmad Ali tetap optimis bahwa kasus hukum yang menimpa dua rekannya tidak akan memengaruhi hubungan pribadinya dengan JK. Dia berpendapat bahwa JK adalah sosok yang matang.
"Saya pikir Pak JK sangat matang, sehingga tidak akan mengganggu hubungan personal antara saya dan Pak JK," ungkapnya saat dihubungi pada Kamis (7/5).
Ali mengakui bahwa dia memiliki kedekatan dengan JK, yang ia anggap sebagai sosok kakak dan orang tua. JK dikenal sebagai senior di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), sementara Ali saat ini menjabat sebagai Ketua DMI Sulawesi Selatan dan JK sebagai Ketua Umum DMI.
"Dalam doorstop saya beberapa hari lalu, saya katakan Pak JK ini kakak saya, orang tua saya. Kakak saya di HMI, orang tua saya di Dewan Masjid," jelas Ali.
Upaya Mediasi dalam Kasus Hukum
Ali menyatakan bahwa hubungan dekatnya dengan JK justru akan mempermudah penyelesaian kasus hukum Grace melalui mediasi dan pendekatan kekeluargaan. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan orang-orang dekat JK dan merasa kedua belah pihak memiliki niat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
"Justru hubungan ini akan lebih memudahkan kita untuk membangun komunikasi dengan Pak JK. Bisa jadi saya menjadi perantara, jembatan kepada Pak JK untuk berkomunikasi," tambahnya.
Sebelumnya, Ali juga menyatakan bahwa partainya tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Grace Natalie terkait laporan penghasutan dan ujaran kebencian yang diterimanya. Dia menegaskan bahwa tindakan Grace dalam kasus tersebut bersifat pribadi dan di luar tanggung jawab partai.
"Jadi secara kelembagaan kami pastikan kita tidak akan memberikan bantuan hukum secara kelembagaan kepartaian karena ini hal-hal yang harus dipertanggungjawabkan secara pribadi," tegas Ali di kantor DPP PSI, Selasa (5/5).