Surabaya, CNN Indonesia -- Achmad Syahri Assidiqi, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember yang berasal dari Fraksi Gerindra, mengungkapkan permohonan maaf setelah video dirinya yang bermain game sembari merokok saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) menjadi viral. Dalam video yang diunggah, Syahri meminta maaf kepada masyarakat Jember serta kepada pimpinan Partai Gerindra, baik di tingkat daerah maupun pusat, termasuk kepada Ketua Umum Prabowo Subianto.
"Saya dengan rendah hati meminta maaf, memohon maaf kepada masyarakat Jember, khususnya kepada Ketua Umum Gerindra dan juga kepada DPP Gerindra atas apa yang sudah beredar," ungkap Syahri dalam sebuah video yang dirilis pada Kamis (14/5).
Pernyataan Syahri dan Tanggung Jawabnya
Syahri mengakui bahwa tindakan yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan. Ia menyatakan siap menerima sanksi dari Partai Gerindra maupun dari DPRD Jember. "Saya sadar dengan apa yang saya lakukan, saya khilaf, semoga ini jadi pembelajaran dalam hidup saya. Saya siap disanksi oleh partai dan juga oleh DPRD Kabupaten [Jember]," jelasnya.
Ia juga berjanji untuk memperbaiki sikapnya dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang dalam rapat-rapat resmi di masa mendatang. Syahri mengungkapkan penyesalannya dan berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi dirinya.
Respons dari Pimpinan DPRD dan Partai Gerindra
Ketua DPRD Jember, Abdul Halim, juga menyampaikan permohonan maaf setelah insiden tersebut. Halim memastikan bahwa Syahri akan diproses secara etik melalui Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember. "Atas nama pimpinan DPRD Jember, kami menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan anggota kami. Tentunya ini akan ada proses menyangkut etika DPRD. Dan kami juga tegur yang bersangkutan," kata Halim saat dikonfirmasi pada Rabu (13/5).
Majelis Kehormatan Partai Gerindra juga akan memanggil Syahri terkait kasus ini. "Disidang hari Jumat di DPP di Mahkamah Partai," ungkap Ketua Majelis Kehormatan Gerindra, Habiburokhman.
Syahri Assidiqi terlihat dalam video sedang asyik bermain game di ponselnya sambil merokok saat rapat Komisi D yang membahas layanan kesehatan pada Senin (11/5).