PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah mengerahkan 24 kapal berkapasitas besar untuk mengatasi antrean kendaraan yang terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Antrean kendaraan di lokasi tersebut saat ini mencapai sekitar 13 kilometer.
Langkah Optimalisasi Operasi Kapal
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa tindakan ini diambil bersamaan dengan upaya optimalisasi pola operasi kapal serta koordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan terkait. “Kami memahami kondisi ini memberikan dampak, khususnya bagi masyarakat dan pelaku logistik yang membutuhkan kepastian waktu. Saat ini kami bersama regulator dan seluruh stakeholder terkait terus melakukan langkah-langkah konkret untuk mempercepat penguraian antrean dan mengoptimalkan kapasitas layanan,” kata Heru dalam keterangan tertulis.
Heru juga menambahkan bahwa kepadatan kendaraan dipengaruhi oleh peningkatan volume kendaraan logistik yang mencapai sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama bulan lalu. Kondisi ini diperparah dengan tidak beroperasinya satu pasang dermaga di Ketapang dan Gilimanuk yang sedang dalam proses peningkatan kapasitas menjadi 50 ton.
Pola Operasi Tiba-Bongkar-Berangkat
Untuk mempercepat penguraian antrean, ASDP menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) dengan enam kapal. Pola ini bertujuan untuk mempercepat proses bongkar muat dan mempersingkat waktu kapal berada di dermaga. “Penyesuaian pola operasi dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kapasitas dermaga, kondisi lalu lintas kendaraan, serta aspek keselamatan pelayaran,” ungkap Heru.
Selain itu, dinamika operasional layanan penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Wangi juga mendorong sebagian kendaraan logistik beralih ke Pelabuhan Ketapang. General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan untuk mengatur arus kendaraan, terutama kendaraan logistik, serta mempercepat penguraian antrean di akses menuju pelabuhan.
“Pengguna jasa yang telah memiliki tiket tetap dilayani sesuai ketentuan. Kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi tambahan waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Media. Dia juga mengapresiasi kesabaran pengguna jasa dalam menghadapi kepadatan tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam upaya mengoptimalkan layanan penyeberangan.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan seoptimal mungkin. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tutupnya.