Fakta Nasional

Bripda Nopandri Ditemukan Gugur Setelah Operasi Narkoba di Kalteng

Bripda Nopandri yang hilang saat operasi pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah telah ditemukan dalam keadaan gugur. Bareskrim Polri menyampaikan belasungkawa dan menegaskan komitmen untuk mengusu...

P
Panca Akbar Saputra
04 July 2026
46 pembaca
Foto: Getty Images/nico_blue
Foto: Getty Images/nico_blue

Jakarta - Bripda Nopandri, yang hilang saat menjalankan operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, akhirnya ditemukan gugur. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan Bripda Nopandri.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bripda Nopandri. Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," ungkap Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, dalam keterangannya pada Sabtu (4/7/2026).

Penyelidikan Berlanjut

Brigjen Eko menekankan bahwa insiden yang menimpa Bripda Nopandri menjadi perhatian serius bagi Bareskrim Polri. Saat ini, tim gabungan masih berupaya untuk mengungkap peristiwa tersebut secara menyeluruh. "Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Dia juga menyebutkan bahwa Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam penyelidikan serta pengejaran para pelaku. Masyarakat diimbau untuk memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan. "Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti," ujarnya.

Rincian Insiden Operasi

Penggerebekan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei terjadi pada Rabu (1/7) dini hari dan diwarnai dengan perlawanan. Dalam operasi tersebut, Aipda Yudhie meninggal dunia, sementara dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, belum ditemukan.

Peristiwa ini bermula ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi mengenai dugaan peredaran sabu di desa tersebut. Penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO, yang diketahui sebagai residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi ini, yang dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan penindakan.

Situasi menjadi tidak terkendali saat beberapa orang di dalam rumah target dan warga sekitar melakukan perlawanan dengan senjata tajam. Laporan kepolisian menyebutkan bahwa massa semakin banyak dan menyerang menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan. Dalam upaya menyelamatkan diri, beberapa anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di hutan.

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dengan luka akibat senjata tajam. Sementara itu, pencarian terhadap Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih berlangsung oleh tim gabungan.

Artikel Terkait