Jakarta, CNN Indonesia -- Cucun Ahmad Syamsurizal, Wakil Ketua DPR, menyampaikan keberatan terhadap polemik yang muncul dari penjurian lomba cerdas cermat (LCC) sosialisasi empat pilar yang diadakan oleh Sekretariat Jenderal MPR untuk tingkat SMA di Kalimantan Barat. Cucun, yang juga merupakan anggota MPR, meminta agar MPR memilih juri yang memiliki kualifikasi yang tepat.
"Pokoknya kita dari anggota MPR ini sampaikan protes juga kepada kesekjenan DPR ngangkat juri yang bener," ungkap Cucun setelah rapat paripurna DPR di kompleks parlemen pada Selasa (12/5). Dia berharap insiden ini tidak berujung pada evaluasi terhadap MPR.
Ketidakpuasan Terhadap Penilaian Juri
Cucun mengungkapkan keheranannya terhadap situasi di mana juri memberikan penilaian berbeda meskipun jawaban yang diberikan sama. "Saya sikapi itu, jangan sampai terjadi ya evaluasi di kesekjenan MPR ngangkat juri ya, masa jawaban sama, nilainya beda," jelasnya.
Usulan Lomba Ulang dari Komisi X
Di sisi lain, Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X yang membidangi pendidikan di DPR, mendorong agar lomba tersebut diadakan kembali. Dia juga menunjukkan keprihatinan dan meminta maaf atas situasi yang terjadi. "Supaya ini berjalan adil, kami mendorong agar khusus kegiatan di Kalimantan Barat ini dilakukan lomba ataupun pertandingan ulang," ujarnya.
Hetifah juga menekankan pentingnya klarifikasi dari MPR terkait insiden ini agar tidak terulang, yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut. "Saya kira dari MPR RI tentu saja perlu melakukan klarifikasi yang resmi dan tadi ya lomba diulangi kembali sehingga nanti sampai dengan tahap akhir kita bisa mendapatkan sekolah-sekolah yang terbaik," tambahnya.
Kontroversi ini menjadi viral setelah final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat, di mana juri memberikan nilai yang berbeda untuk jawaban yang identik dari dua tim, Grup B dan C. Pertanyaan yang diajukan kepada peserta berkaitan dengan pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan oleh DPR, yang dijawab dengan benar oleh Grup C, namun juri memberikan nilai -5.
Ketika Grup B memberikan jawaban yang sama, mereka justru mendapatkan nilai 10. Salah satu peserta dari Grup C mengajukan protes, mempertanyakan perbedaan penilaian tersebut. "Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama," protes mereka.
Namun, Dyastasita, salah satu juri, beralasan bahwa jawaban Grup C tidak mencakup Dewan Perwakilan Daerah, yang menjadi salah satu syarat dalam pertanyaan tersebut. Meskipun peserta dari Grup C berusaha menjelaskan bahwa jawaban mereka sudah mencakup hal tersebut, Dyastasita tetap pada pendiriannya.
Juri lainnya, Indri Wahyuni, juga memberikan masukan kepada peserta agar memperjelas artikulasi saat menjawab pertanyaan, menekankan pentingnya kejelasan dalam penyampaian jawaban. "Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya," ujarnya.