Fakta Politik

PDIP Mengingatkan Prabowo Soal Dampak Pelemahan Rupiah di Desa

Selasa, 19 Mei 2026, 10:43 WIB 18 views 2 menit baca
PDIP Mengingatkan Prabowo Soal Dampak Pelemahan Rupiah di Desa
Anggota Komisi II DPR sekaligus Ketua DPP PDIP, Komarudin Watubun mengingatkan Presiden Prabowo Subianto usai menyebut masyarakat desa tak menggunakan dolar dalam merespons pelemahan kurs rupiah. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Bagikan:

Jakarta, CNN Indonesia -- Komarudin Watubun, yang merupakan anggota Komisi II DPR sekaligus Ketua DPP PDIP, memberikan peringatan kepada Presiden Prabowo Subianto setelah pernyataannya mengenai masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar dalam konteks melemahnya nilai tukar rupiah. Komarudin menekankan bahwa meskipun warga desa tidak bertransaksi dengan dolar dalam kehidupan sehari-hari, dampak dari pelemahan rupiah akan langsung dirasakan oleh mereka.

Menurutnya, masalah pelemahan rupiah ini merupakan isu yang mudah dipahami oleh masyarakat desa. "Karena dengan nilai rupiah anjlok seperti ini, kan berpengaruh pada harga barang akan naik," ungkap Komarudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Senin (18/5).

Dampak Kenaikan Harga Barang

Komarudin menjelaskan bahwa kenaikan nilai dolar terhadap rupiah akan menyebabkan lonjakan harga pada berbagai kebutuhan pokok, termasuk bahan bakar minyak, minyak goreng, barang elektronik, gandum, hingga makanan di kafe. Ia juga menambahkan bahwa saat ini banyak masyarakat desa yang terlibat dalam kegiatan ekspor dan impor, sehingga pernyataan Presiden Prabowo dianggap kurang tepat.

"Jadi saya pikir tidak tepat karena itu sangat mempengaruhi sektor-sektor lain. Kalo harga BBM naik, semua harga barang pasti akan naik," jelasnya. Anggota DPR yang membidangi politik dan pemerintahan ini menilai bahwa kehidupan masyarakat desa saat ini tidak bisa disamakan dengan masa lalu. Masyarakat desa kini memiliki mobilitas yang setara dengan warga di perkotaan.

Perubahan Informasi di Era Modern

Komarudin menegaskan bahwa perbedaan antara masyarakat sekarang dan masa lalu sangat mencolok. "Rakyat sekarang dan dulu kan beda. Kalau dulu tidak ada informasi di luar informasi pemerintah. Katakanlah Orde Baru, hanya satu saja informasi, TVRI. Jadi kita tidak ada sumber lain, kalau kita sekarang kan sumber informasi hari ini peristiwa terjadinya jarum jatuh di Eropa, orang Indonesia tahu, orang kampung lebih tahu dari saya mungkin," ujarnya.

Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan bahwa anjloknya nilai tukar rupiah tidak berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat di pedesaan yang lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada hari Sabtu (16/5). Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung pihak-pihak yang sering mengatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia dalam bahaya akibat melemahnya rupiah.

"Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke," tuturnya.

P

Penulis

Padma Dewi

Penulis di Nalar Fakta

Berita Terkait