Fakta Pendidikan

Dua Gunung Raksasa Tersembunyi di Bawah Permukaan Bumi

Ilmuwan menemukan dua gunung besar yang terletak sekitar 2.000 km di bawah permukaan Bumi, lebih dalam dibandingkan lokasi Stasiun Luar Angkasa Internasional. Penemuan ini memberikan wawasan baru meng...

A
Amara Rukmana
19 August 2026
33 pembaca
Foto: iStockphoto/Inti bumi menyimpan dua struktur raksasa di dalamnya.
Foto: iStockphoto/Inti bumi menyimpan dua struktur raksasa di dalamnya.

Jakarta - Penelitian terbaru mengungkapkan adanya dua gunung besar yang tersembunyi di bawah permukaan Bumi, tepatnya sekitar 2.000 km di bawah tanah. Jarak ini lima kali lebih jauh dibandingkan dengan lokasi para astronaut yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Para ilmuwan melakukan analisis terhadap proyeksi inti Bumi dan menemukan bahwa inti tersebut bergerak dan tidak menyerupai bola pingpong bercahaya.

Studi yang dilakukan melalui gelombang seismik menunjukkan adanya struktur besar yang menjulang ke mantel bawah, yang tingginya jauh melebihi Gunung Everest, yang memiliki ketinggian hampir 9 km. 'Pegunungan' ini bahkan lebih tinggi dibandingkan puncak-puncak lain yang ada di Tata Surya, termasuk Olympus Mons di Mars yang mencapai ketinggian 22 km.

Dua Gunung Besar di Bawah Afrika dan Samudera Pasifik

Dua gunung besar tersebut masing-masing terletak di bawah wilayah Afrika dan Samudera Pasifik. Gunung yang berada di Samudera Pasifik membentang sejauh sekitar 3.000 kilometer, hampir sama dengan lebar Bulan. Meskipun sering disebut sebagai gunung, secara teknis, struktur ini dikenal sebagai large low-velocity provinces (LLVPs), yaitu area yang memiliki kemampuan untuk memperlambat gelombang seismik. Struktur ini berukuran sebesar benua dan terletak di bawah mantel Bumi.

"Tidak ada yang tahu apakah [LLVP] hanya fenomena sementara, atau apakah fenomena itu telah ada selama jutaan, bahkan mungkin miliaran, tahun," ungkap Profesor Arwen Deuss, seorang ahli seismologi dari Universitas Utrecht di Belanda, seperti yang dilaporkan oleh BBC Science Focus.

Dua struktur raksasa ini dinamai Tuzo dan Jason, diambil dari nama ahli geologi Tuzo Wilson dan W Jason Morgan. Menurut para ilmuwan, kedua struktur tersebut dikelilingi oleh sisa-sisa lempeng Bumi yang saling bergesekan. Proses ini terjadi karena subduksi, di mana dua lempeng bertabrakan, yang dapat memicu gempa dan menyebabkan sisa lempeng terjatuh. Sisa lempeng ini kemudian dikenal sebagai kuburan lempeng, yang berada di sekitar dua struktur besar di bawah mantel Bumi.

Proses Penemuan Dua Gunung Raksasa

Pada tahun 2024, sekelompok seismolog mengumumkan hasil penelitian mereka mengenai apa yang dulunya merupakan dasar lautan dan kini tersembunyi di bawah mantel Bumi. Diperkirakan lapisan ini mulai tenggelam sekitar 250 juta tahun yang lalu, bersamaan dengan munculnya dinosaurus pertama dan saat semua benua di Bumi masih tergabung menjadi satu daratan.

Pada bulan November 2024, Thomas Schouten dari ETH Zurich Geological Institute di Swiss melakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan teknologi pencitraan seismograf yang lebih canggih. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa subduksi lempeng tektonik ditemukan di lokasi yang lebih jauh, bahkan di tempat yang sebelumnya tidak tercatat mengalami aktivitas tektonik. Temuan ini terletak di bawah Samudera Pasifik bagian barat.

"Dengan alat seismograf yang baru, yang memiliki resolusi tinggi, kita dapat mengamati berbagai hal yang tidak biasa. Namun, kita belum mengetahui dengan pasti apa itu (seperti lempengan subduksi yang terlihat lebih jauh dari mantel Bumi)," jelas Thomas.

Penemuan ini menunjukkan bahwa dunia yang kita huni dan aktivitas sehari-hari kita masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan hingga ke bagian terdalamnya.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait