Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam telah mencabut gelar kerajaan yang dimiliki oleh menantunya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Keputusan ini diambil berkaitan dengan perilaku yang dianggap tidak sesuai. Pengumuman mengenai pencabutan gelar tersebut disampaikan oleh Kantor Kepala Protokol Kerajaan pada 8 Agustus lalu.
Gelar yang dicabut adalah "Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri", yang sebelumnya diberikan kepada Pengiran Raabi'atul. Ia merupakan istri dari Pangeran Abdul Malik, anak kedua Sultan Bolkiah.
Titah Kerajaan
Menurut Pengiran Haji Raffizana Pengiran Haji Razali, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Protokol Kerajaan, pencabutan gelar ini merupakan titah langsung dari Sultan Bolkiah. Dengan demikian, pencabutan gelar tersebut berlaku efektif segera setelah diumumkan. Namun, pernyataan dari Kantor Kepala Protokol Kerajaan tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai alasan di balik pencabutan gelar ini.
Perilaku yang Dipermasalahkan
Berdasarkan laporan dari media lokal Brunei, RTB News, pencabutan gelar ini terjadi setelah perilaku Pengiran Raabi'atul yang dianggap tidak pantas bagi seorang istri dari anggota keluarga Kesultanan Brunei. Perilakunya dinilai telah mencoreng nama baik Kesultanan dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap Sultan Bolkiah. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut mengenai perilaku yang dimaksud.
Raabi'atul Adawiyyah lahir pada 27 Oktober 1992 dan merupakan anak kedua dari sepuluh bersaudara. Ayahnya adalah Pengiran Haji Bolkiah dan ibunya, Pengiran Hajah Noor'aismah. Sejak kecil, Raabi'atul mendapatkan pendidikan yang berkualitas, dimulai dari Al-Falaah School hingga Rimba Secondary School.
Setelah menyelesaikan pendidikan, sekitar tahun 2012, ia bekerja di BAG Networks sebagai System Data Analyst, kemudian sebagai IT Instructor di HAD Technologies. Raabi'atul memiliki ketertarikan di bidang teknologi komunikasi dan informasi, serta telah mengikuti berbagai kursus dan pelatihan di bidang tersebut.
Selain itu, Raabi'atul juga aktif dalam kegiatan keagamaan, termasuk lomba membaca Alquran. Ia menikah dengan Pangeran Abdul Malik pada April 2015 dan dikaruniai empat anak.