Fakta Pendidikan

Indonesia Siap Kirim 100.000 Tenaga Kerja ke Jepang Setiap Tahun

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengungkapkan bahwa Indonesia akan mengirimkan 100.000 WNI untuk bekerja di Jepang setiap tahunnya. Program ini bertujuan untuk...

P
Panca Akbar Saputra
09 August 2026
32 pembaca
Wamendiktisaintek Stella Christie. (Foto: Ari Saputra/detikFoto)
Wamendiktisaintek Stella Christie. (Foto: Ari Saputra/detikFoto)

Jakarta - Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mengumumkan bahwa Indonesia berencana mengirimkan 100.000 Warga Negara Indonesia (WNI) untuk bekerja di Jepang setiap tahun. Pernyataan ini disampaikan melalui unggahan di akun TikTok pribadinya, @prof_stellachristie.

Dalam video tersebut, Stella menjelaskan bahwa ia baru saja menerima informasi positif dari Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Prof Badri Munir Sukoco, mengenai tawaran kerja di Jepang. "Kita baru selesai rapat pimpinan dan ada berita baik yang saya dengar dari Pak Sekjen bahwa Jepang menawarkan kesempatan untuk bekerja untuk 100.000 orang Indonesia," ungkapnya dalam video yang diambil pada Minggu (9/8/2026).

Kebutuhan Tenaga Kerja di Jepang

Stella menambahkan bahwa Jepang saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja. Sebagai respons, Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto, telah memberikan instruksi untuk membentuk satuan tugas (satgas) yang akan mengelola career center di perguruan tinggi di Indonesia. "Pak Menteri memerintahkan dibentuk satgas untuk para career center di universitas-universitas," ujarnya.

Satgas ini nantinya akan bertugas merancang program pelatihan untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar siap dikirim ke Jepang. "Agar siap dikirim 100.000 orang per tahun ke Jepang," tambahnya.

Program Kerja Sama dengan Jepang

Selain program yang direncanakan oleh Kemendiktisaintek, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga telah mengirimkan tenaga kerja ke Jepang melalui program Magang IM Japan yang telah berjalan sejak tahun 1993 dan telah meluluskan 45.000 alumni. Melalui program ini, para WNI akan dilatih untuk meningkatkan keterampilan teknis sesuai dengan bidang pekerjaan yang diambil.

Kemnaker bekerja sama dengan berbagai pemerintah daerah di Indonesia untuk pelaksanaan pendaftaran. Selain itu, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) juga meluncurkan program SMK Go Global, yang akan mengirimkan WNI yang telah lulus dan memiliki keterampilan khusus ke berbagai negara, termasuk Jepang.

Pendaftaran untuk SMK Go Global akan dibuka pada 12 Agustus 2026, khusus bagi mereka yang memiliki keterampilan di bidang keperawatan, manufaktur, konstruksi, pengelasan, perhotelan, transportasi, dan pertanian. Pada tahun berikutnya, KP2MI akan membuka pendaftaran bagi mereka yang belum memiliki keterampilan tersebut, sehingga mereka akan mendapatkan pembinaan dari awal.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait