Tuesday, 12 May 2026
Fakta Nasional

--- Iran Peringatkan Respon Keras atas Kehadiran Kapal Perang Prancis dan Inggris di Hormuz ---

--- Iran mengingatkan bahwa kehadiran kapal-kapal angkatan laut Prancis dan Inggris di Selat Hormuz dapat memicu respons tegas dari Angkatan Bersenjata Teheran. Peringatan ini muncul di tengah meningk...

P
Panca Akbar Saputra
11 May 2026 10 pembaca
---
Iran Peringatkan Respon Keras atas Kehadiran Kapal Perang Prancis dan Inggris di Hormuz

---
---TITLEEXCERPT--- Iran mengingatkan bahwa kehadiran kapal-kapal angkatan laut Prancis dan Inggris di Selat Hormuz dapat memicu respons tegas dari Angkatan Bersenjata Teheran. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS. ---CONTENT---

Teheran - Iran memberikan peringatan bahwa kehadiran kapal-kapal angkatan laut dari Prancis dan Inggris di perairan Selat Hormuz atau sekitarnya akan mengakibatkan "respons tegas dan segera" dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran. Peringatan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, di mana Iran dan Amerika Serikat (AS) bersaing untuk menguasai jalur perairan yang krusial bagi pasokan minyak dan gas global.

Kritik terhadap Rencana Pengerahan

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyampaikan kritiknya melalui media sosial X mengenai rencana Prancis dan Inggris untuk mengerahkan aset angkatan laut ke kawasan tersebut dengan alasan menjaga keamanan maritim. Ia mengungkapkan bahwa Prancis telah mengumumkan pengerahan kapal induk Charles de Gaulle menuju Laut Merah dan Teluk Aden sebagai persiapan untuk misi gabungan di masa depan dengan Inggris, yang bertujuan untuk memperkuat kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Gharibabadi juga menambahkan bahwa Inggris berencana mengerahkan sebuah kapal perangnya ke Laut Merah dalam kerjasama dengan Prancis. Dalam kritiknya, ia menyebut pengerahan "kapal-kapal perusak dari luar kawasan" di dekat Selat Hormuz sebagai "eskalasi krisis" dan "militerisasi jalur perairan vital".

Peringatan Keras dari Iran

"Keamanan maritim tidak dapat dijamin melalui aksi pamer kekuatan," ungkap Gharibabadi, seraya menekankan bahwa negara-negara yang mendukung atau tidak mengambil tindakan terhadap agresi AS-Israel terhadap Iran adalah "bagian dari masalah". Ia juga menyebutkan bahwa misi kapal induk Charles de Gaulle akan mencakup operasi pembersihan ranjau dan pengawalan kapal-kapal setelah situasi kembali stabil.

Gharibabadi menegaskan bahwa hanya Republik Islam Iran yang berhak menegakkan keamanan di Selat Hormuz, baik dalam kondisi perang maupun damai, dan tidak akan mengizinkan campur tangan dari negara lain. Ia memperingatkan bahwa kehadiran kapal-kapal Prancis atau Inggris, atau pasukan mana pun yang berkoordinasi dengan tindakan AS yang dianggap ilegal di Selat Hormuz, akan mendapatkan respons segera dari Iran.

"Kehadiran kapal-kapal Prancis dan Inggris, atau kapal-kapal negara lain yang mungkin berkoordinasi dengan tindakan Amerika yang melanggar hukum dan ilegal secara internasional di Selat Hormuz, akan disambut dengan respons tegas dan segera dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," tegasnya. Ia juga menyarankan agar mereka tidak memperumit situasi lebih lanjut.

Baca juga: Trump Ancam Lanjutkan Project Freedom Jika Kesepakatan Iran Tak Tercapai.

// Artikel Terkait