JAKARTA - Kegiatan belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, akan kembali normal pada Selasa (14/7) setelah adanya ancaman teror bom. Kasudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Selatan, Santoso, memastikan bahwa proses belajar mengajar, termasuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), akan dilaksanakan seperti biasa.
"Besok masuk. Kondisinya sudah aman dan tentunya kami akan melaksanakan kegiatan termasuk MPLS ini seperti biasa," ungkap Santoso pada Senin (13/7). Ia juga menambahkan bahwa para siswa dan guru tidak mengalami trauma setelah ancaman tersebut.
Penangkapan Pelaku Teror
Polisi telah menangkap seorang pria berinisial MY (34) yang diduga sebagai pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan bahwa terduga pelaku kini berada di Polres Metro Jakarta Selatan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Saat ini, masih dalam pendalaman dari penyidik terkait tentang motif tujuan dari yang bersangkutan," kata Budi. Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku merupakan warga sekitar lokasi sekolah tersebut.
Dampak Terhadap Aktivitas Pendidikan
Aksi teror ini berdampak pada aktivitas pendidikan yang diliburkan pada hari tersebut. Kejadian bermula ketika siswa SD sedang melaksanakan upacara bendera, di mana pelaku mengirimkan ancaman bom melalui WhatsApp yang ditujukan kepada seorang guru dan petugas tata usaha di sekolah.
Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap motif di balik tindakan teror ini. "Untuk pelaku satu orang inisial MY beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah, itu sudah diamankan," tambah Budi.