Fakta Nasional

Kisah Haru Ustaz Firdaus: Ceramah Tentang Kematian Sebelum Menghadap Sang Khalik

Ustaz Ahmad Firdaus (53) meninggal dunia saat memberikan ceramah tentang kematian di Jakarta Timur, Kamis (30/7). Momen terakhirnya menjadi viral di media sosial dan menyentuh hati banyak orang.

E
Eko Prasetyo
03 August 2026
35 pembaca
Foto: Seorang ustaz bernama Ahmad Firdaus (53) meninggal dunia saat sedang mengisi ceramah dalam sebuah pengajian di kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim). (Dok Istimewa)
Foto: Seorang ustaz bernama Ahmad Firdaus (53) meninggal dunia saat sedang mengisi ceramah dalam sebuah pengajian di kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim). (Dok Istimewa)

Jakarta - Sebuah kisah menyentuh datang dari Ustaz Ahmad Firdaus (53) yang berlokasi di Jakarta Timur. Ustaz Firdaus mengembuskan napas terakhirnya ketika sedang menyampaikan ceramah. Dalam momen terakhirnya, ia memberikan tausiah mengenai kematian. Rekaman video detik-detik sebelum kepergiannya pun menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Kejadian tragis ini berlangsung pada Kamis malam (30/7) saat Ustaz Firdaus sedang memberikan ceramah di acara haul di daerah Klender, Jakarta Timur. Informasi mengenai peristiwa ini dikonfirmasi oleh putranya, Ahmad Fikri Fairus (31). "Hari Kamis malam Jumat jam 21.00 WIB. Kejadiannya ya begitu saja sih, Bang. Karena beliau sedang menyampaikan dakwah, menyampaikan ilmu dalam acara haul. Kemudian, ketika menyebut dan selawat kepada Nabi Muhammad, beliau dipanggil oleh Allah subhanahu wa ta'ala," ungkap Fairus saat ditemui di rumahnya di Klender, Jakarta Timur, Minggu (2/8/2026).

Pesan Tentang Kematian

Fairus menjelaskan bahwa saat itu, ayahnya tengah membahas tema kematian dalam ceramahnya. Ustaz Firdaus juga mengungkapkan tentang rasa rindu yang perlu diobati, terutama kepada Nabi Muhammad SAW. "Beliau sedang menyampaikan ilmu tentang kematian dan menyampaikan tentang rindu yang harus diobati. Karena beberapa hari ini almarhum selalu menyampaikan membahas tema ceramahnya itu rindu, rindu, rindu. Rindu itu harus diobati kepada orang yang kita rindukan gitu," jelasnya. "Sebagaimana ketika beliau menyebutkan Nabi Muhammad SAW, almarhum sudah mengembuskan napas terakhir," tambahnya.

Setelah kejadian tersebut, warga segera membawa Ustaz Firdaus ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Pihak rumah sakit kemudian mengonfirmasi bahwa beliau telah meninggal dunia. Jenazahnya dimakamkan pada Jumat (31/7) di TPU Kampung Sumur, Jalan Dermaga, Jakarta Timur. "Setelah itu, bawa ke rumah sakit hanya sekadar memastikan kalau almarhum sudah tiada," katanya.

Warisan Pesan Moral

Bagi Fairus, ia meyakini bahwa ayahnya meninggal dalam keadaan baik (Husnul Khatimah). Ia juga percaya bahwa ayahnya telah mengobati kerinduannya kepada Nabi Muhammad SAW. "Almarhum buat saya sebagai putranya, insyaallah saya yakin husnul khatimah dan almarhum sudah mengobati kerinduan itu kepada Nabi Muhammad," ujarnya.

Fairus mengenang pesan-pesan yang disampaikan oleh Ustaz Firdaus kepada anak-anaknya agar senantiasa menjalankan ibadah. "Jadi, almarhum tuh menekankan kami hanya selalu bergantung kepada Allah. Apa pun yang kita sesulit apa pun urusan kita kepada Allah, intinya jangan ninggalin ibadah, gitu," kata Fairus. Ia juga menambahkan bahwa ayahnya berpesan agar tidak bergantung pada manusia. "Almarhum ke kami sebagai putra-putrinya hanya menekankan jangan pernah berharap kepada manusia. Setiap saat, setiap apa pun, almarhum selalu menekankan kepada kami jangan pernah berharap dan meminta kepada manusia karena ketika kita berharap kepada manusia, akhirnya akan kecewa," jelasnya.

Warga sekitar juga mengenang Ustaz Firdaus dengan penuh rasa hormat. Jamaludin (53), seorang tetangga, menggambarkan almarhum sebagai sosok kakak, guru, dan teman. "Saya sebagai warga dan juga sebagai jemaah beliau, saya menganggap beliau itu seperti apa, kakak, guru, teman nongkrong juga. Jadi beliau tidak membeda-bedakan mana yang muda, mana yang tua," kenangnya.

Jamaludin juga menceritakan pengalaman mengikuti ziarah yang diinisiasi oleh Ustaz Firdaus, mengunjungi berbagai makam di Jakarta. "Kalau untuk wilayah yang dekat-dekat seperti makam KH Ahmad Zayadi Muhajir, KH Ahmad Marzuqi bin Mirshod, Pangeran Jayakarta, terus ke mana, Jakarta Utara itu, iya, Keramat Luar Batang itu sering ikut beliau," katanya.

Lebih lanjut, Jamaludin mengenang Ustaz Firdaus sebagai sosok yang selalu siap mendampingi jemaah dalam setiap hajatan. "Dia pokoknya di mata saya tuh guru itu, Pak Ustaz Firdaus itu paling enak orangnya. Diajak ke mana aja nggak pernah nolak," tuturnya.

Artikel Terkait