Fakta Pendidikan

Kisah Inspiratif Fathan: Dari Membantu Ibu di Kantin hingga Lolos Kuliah di UGM

Muhammad Fathan Khairul Muna R berhasil mewujudkan impiannya untuk masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah melalui berbagai tantangan, termasuk membantu ibunya berjualan di kantin sekolah.

N
Narayana Putra
03 July 2026
42 pembaca
Fathan dan ibunya. Foto: UGM
Fathan dan ibunya. Foto: UGM

Jakarta - Muhammad Fathan Khairul Muna R kini dapat tersenyum lebar karena berhasil diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun, perjalanan untuk mencapai impian tersebut tidaklah mudah. Fathan, demikian ia biasa dipanggil, membagikan pengalamannya selama masa SMA, di mana selain berusaha untuk lolos ke UGM, ia juga membantu ibunya berjualan di kantin sekolah.

Rutinitas Pagi yang Berbeda

Keseharian Fathan tidak sama dengan teman-teman sebayanya. Sementara siswa lain bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, ia sudah berada di kantin untuk membantu ibunya menyiapkan dagangan. Rida Rahayu, ibunya, adalah seorang single parent setelah suaminya meninggal dunia, sehingga ia harus berjuang keras sebagai tulang punggung keluarga. Fathan menganggap ibunya sebagai sosok yang selalu mendukungnya, meskipun terkadang mereka memiliki pandangan yang berbeda.

"Sejak SMA, saya sudah memiliki keinginan kuat untuk masuk kuliah. Saya suka belajar dan bertemu dengan orang-orang untuk memperluas pengetahuan. Ibu saya juga selalu mendukung dalam hal apa pun, meskipun tidak sesuai atau Ibu pengennya berbeda, tetap mendukung saya dan percaya apa pun pilihannya," ujarnya.

Menjaga Prestasi Akademis

Fathan bertekad untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin selama di sekolah. Ia berusaha keras untuk mempertahankan nilai akademis yang baik agar dapat lolos dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Ia fokus pada mata pelajaran Ekonomi, yang menjadi syarat untuk diterima di program studi impiannya, S1 Akuntansi UGM. Selain itu, Fathan aktif mengikuti berbagai perlombaan untuk membangun portofolio prestasinya.

Ia pernah meraih Juara II dalam Cerdas Cermat yang diadakan oleh Mahkamah Konstitusi tingkat Sumatera dan juga mendapatkan Beasiswa 4698 yang diberikan oleh para alumni SMAN 8 Pekanbaru, Riau.

Kegagalan yang Memotivasi

Meskipun telah meraih sejumlah penghargaan, Fathan mengakui bahwa ia lebih sering mengalami kegagalan. Namun, ia menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga. Menurutnya, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses untuk tumbuh dan berkembang hingga akhirnya berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri yang diimpikannya.

"Awalnya sedih harus menghadapi banyak kekalahan. Tetapi, ini membuat saya untuk terus tetap berani mencoba banyak lomba-lomba lainnya dari akademik hingga non akademik. Prinsip yang selalu saya pegang adalah bahwa setiap kegagalan bukan berarti akhir dari perjalanan, melainkan tanda bahwa Tuhan sedang menyiapkan jalan yang lebih baik," kata Fathan.

Fathan percaya bahwa meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, selama ada usaha yang keras, impian bisa dicapai. Ia juga merasa beruntung karena berhasil mendapatkan beasiswa kuliah gratis di UGM hingga menyelesaikan studinya nanti. Ia berharap kisah hidupnya bisa menjadi inspirasi bagi calon mahasiswa yang memiliki situasi serupa. "Kalau mimpi kita jauh, kita akan terus mencari cara untuk menuju ke sana. Tidak ada yang mustahil untuk dicapai karena yang memimpikannya adalah kita sendiri," tutupnya.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait