Jakarta - Lagu berjudul 'Lalaki Langit' yang diciptakan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, menuai kritik keras setelah liriknya dianggap merendahkan martabat perempuan. Dede Yusuf, Wakil Ketua Komisi II DPR, mendesak Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, untuk mengambil tindakan.
"Mendagri sebagai pembina kepala daerah harus meminta klarifikasi bupati. Dan bisa memberikan teguran agar pemerintahan tetap berjalan sesuai peraturan yang ada," ungkap Dede Yusuf melalui pesan singkat pada Kamis (2/7/2026).
Fokus pada Tugas Utama
Dede Yusuf menekankan bahwa Saepul Bahri seharusnya lebih mementingkan tugas-tugas pokok sebagai bupati, seperti meningkatkan pelayanan publik dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat. "Tugas bupati kan pada dasarnya adalah membangun dan memberikan kesejahteraan rakyatnya, baik secara fisik maupun pelayanan publik. Jadi sebaiknya para kepala daerah fokuskan saja kepada apa yang diamanatkan oleh UU dan pemilihnya. Termasuk janji kampanye," tambahnya.
Permintaan Maaf dari Bupati
Sebelumnya, Saepul Bahri telah meminta maaf setelah lirik lagu 'Lalaki Langit' dianggap menyinggung perasaan perempuan. Ia menjelaskan bahwa video dan lirik lagu tersebut diciptakan pada tahun 2020, sebelum ia menjabat sebagai bupati. "Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu, saya nakal dan bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki, mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa jaga diri," jelasnya melalui pesan elektronik, seperti yang dilansir oleh detikJabar pada Rabu (1/7/2026).
Saepul juga menyampaikan permohonan maaf jika lirik lagu tersebut menyinggung pihak tertentu. Ia menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk menyakiti perasaan siapa pun dan bahwa lirik tersebut adalah cerita tentang dirinya sendiri. "Maaf jika ada pihak merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu, namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu itu murni cerita tentang diri saya sendiri," katanya.
Salah satu kritik datang dari anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Atalia mengungkapkan bahwa ia tidak menemukan nilai penghormatan terhadap perempuan dalam lagu tersebut. "Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," tulis Atalia.
Saksikan Live DetikPagi: (isa/ygs) mendagri komisi ii dpr lalaki langit bupati purwakarta