BANDAR LAMPUNG -- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menargetkan untuk memulai program penjaminan polis asuransi pada tahun 2027. Saat ini, LPS sedang dalam proses penyusunan peraturan LPS (PLPS) yang akan menjadi dasar bagi pelaksanaan program ini.
Persiapan dan Koordinasi yang Diperlukan
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyatakan bahwa persiapan untuk penjaminan polis asuransi masih berlangsung. Ia menambahkan bahwa pelaksanaan program ini sangat bergantung pada penerbitan peraturan pemerintah (PP) serta koordinasi yang baik dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan.
“Sekarang kita sedang siapkan PLPS-nya untuk melakukan pendaftaran,” ungkap Anggito dalam konferensi pers yang diadakan pada Lampung Financial Festival (Lampung Finfest) 2026 di Bandar Lampung, pada Jumat malam, 4 September 2026. Ia menjelaskan bahwa mekanisme keanggotaan LPS untuk perusahaan asuransi akan berbeda dibandingkan dengan perbankan. Sementara bank diwajibkan menjadi anggota LPS, perusahaan asuransi harus memenuhi persyaratan tertentu untuk dapat terlibat dalam skema penjaminan.
Persyaratan untuk Perusahaan Asuransi
Anggito menjelaskan bahwa persyaratan tersebut berkaitan dengan kondisi permodalan serta tingkat kecukupan modal berbasis risiko atau risk-based capital (RBC). “Yang sudah ada ya modalnya, RBC-nya lah. Kecukupan modalnya dan yang lain-lain. Nanti sedang kita rumuskan,” jelasnya.
LPS berharap agar program penjaminan polis asuransi dapat mulai diaktifkan pada tahun 2027. Namun, Anggito menekankan bahwa pelaksanaan program ini masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan OJK dan pemerintah. “Sehingga 2027 kita harapkan sudah bisa aktifasinya. Mudah-mudahan ya, karena kan tidak hanya kita. Kita harus sepakat dengan OJK khususnya. Dan juga Kementerian Keuangan sebagai pemerintah,” ujarnya.
Anggito juga menambahkan bahwa batas waktu pelaksanaan program ini paling lambat pada Januari 2028, namun LPS berharap agar implementasinya dapat dilakukan lebih awal. “Kalau paling batas akhir kan Januari 2028. Kita harapkan pertengahan sudah,” kata Anggito.