Dalam konteks penyaluran bantuan sosial (bansos), pemerintah menerapkan sistem desil sebagai acuan utama. Selain untuk bansos, sistem ini juga digunakan dalam pendaftaran beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu. Hanya individu dengan desil tertentu yang berhak menerima bantuan dari pemerintah, termasuk program seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
Jadi, apa yang dimaksud dengan desil? Menurut informasi dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), desil adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang diukur berdasarkan variabel sosial ekonomi. Variabel tersebut mencakup kondisi individu, tempat tinggal, serta kepemilikan aset. Pengelompokan ini terbagi menjadi sepuluh tingkat yang masing-masing mewakili 10% dari total keluarga di Indonesia. Desil ini menjadi dasar untuk menentukan sasaran penerima bantuan sosial.
Pengertian dan Rincian Desil
Kelompok yang menjadi prioritas untuk menerima bansos biasanya adalah mereka yang berada dalam desil 1 hingga 4, yang berarti 40% keluarga dengan kondisi ekonomi terendah. Keluarga dalam kelompok ini berhak mendapatkan bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan sembako. Rincian mengenai desil dapat ditemukan dalam Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 79/HUK/2025, yang mengklasifikasikan desil sebagai berikut:
- Desil 1: Rumah tangga dalam kelompok 10% terendah (sangat miskin)
- Desil 2: Rumah tangga dalam kelompok 10-20% terendah (miskin)
- Desil 3: Rumah tangga dalam kelompok 20-30% terendah (hampir miskin)
- Desil 4: Rumah tangga dalam kelompok 30-40% terendah (rentan miskin)
- Desil 5-6: Rumah tangga dalam kelompok 40-60% terendah
- Desil 7-10: Rumah tangga dalam kelompok 30% tertinggi.
Cara Menentukan Desil
Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Sosial menjelaskan bahwa penentuan desil tidak dilakukan sembarangan. Ada lima indikator yang digunakan sebagai dasar penilaian, yaitu:
- Pendapatan keluarga
- Kondisi rumah dan fasilitas dasar
- Kepemilikan aset
- Akses terhadap pendidikan dan kesehatan
- Jumlah tanggungan dalam keluarga
- Keberadaan anggota keluarga rentan (lansia, anak, dan disabilitas).
Indikator-indikator ini diolah melalui DTSEN untuk menghasilkan pemeringkatan yang lebih objektif. Masyarakat dapat memeriksa desil mereka dengan langkah-langkah berikut:
- Kunjungi laman Cek Bansos Kemensos di https://cekbansos.kemensos.go.id/
- Masukkan nomor induk kependudukan (NIK)
- Ketikkan huruf kode atau captcha yang tertera
- Jika kode kurang jelas, klik refresh
- Klik tombol "CARI DATA".
Setelah itu, akan muncul informasi tentang desil dan status penerimaan bansos. Jika ada ketidaksesuaian pada data desil, masyarakat dapat memperbarui data dengan melapor ke kelurahan atau desa setempat.
Peran Desil dalam Penyaluran Bansos
Menurut Dinas Sosial Pemerintah Kota Cirebon, desil memiliki beberapa fungsi penting dalam penyaluran bantuan sosial, antara lain:
- Menjamin bantuan tepat sasaran, hanya warga yang benar-benar membutuhkan yang menjadi prioritas.
- Memberikan data yang transparan dan jelas, sehingga masyarakat dapat memahami alasan mereka menerima atau tidak menerima bantuan.
- Meminimalisir kesalahan data, karena sudah terintegrasi dalam DTSEN.
- Mempercepat dan mempermudah proses pencairan data, tanpa memerlukan prosedur yang panjang dan berulang.