Fakta Pendidikan

Mengenal Fansen Funata, Mahasiswa MIT yang Mengukir Prestasi dengan 50 Medali Olimpiade

Fansen Candra Funata, mahasiswa Teknik Elektro MIT angkatan 2025, menjadi peserta Clash of Champions pertama dari universitas tersebut dan telah meraih lebih dari 50 medali di berbagai kompetisi sains...

A
Agustinus Jaya Wiratama
07 July 2026
35 pembaca
Foto: Instagram @darmayudhapku/Fansen Funata menjadi peserta Clash of Champions pertama yang merupakan mahasiswa MIT.
Foto: Instagram @darmayudhapku/Fansen Funata menjadi peserta Clash of Champions pertama yang merupakan mahasiswa MIT.

Fansen Candra Funata menjadi mahasiswa pertama dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang berpartisipasi dalam ajang Clash of Champions. Fansen, yang akrab disapa demikian, merupakan mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2025 yang aktif dalam berbagai kegiatan riset, termasuk sebagai peneliti tamu di Centre for Quantum Technologies di Singapura serta anggota MIT Motorsports.

Menurut informasi dari akun Instagram SMA Dharma Yudha, tempat Fansen menempuh pendidikan menengah, ia berhasil diterima di MIT melalui proses seleksi yang sangat kompetitif. Untuk mencapai impiannya di salah satu universitas terbaik dunia, Fansen harus mempersiapkan kemampuan akademisnya dengan baik, mengikuti tes standar internasional, menulis esai aplikasi, dan menjalani wawancara dengan pihak universitas. "Melalui kerja keras tanpa henti, ketekunan, dan dukungan tak tergoyahkan dari keluarga dan guru-gurunya, ia akhirnya mewujudkan mimpinya," tulis unggahan tersebut.

Awal Mula Ketertarikan di Bidang Sains

Sejak di bangku sekolah dasar, Fansen sudah menunjukkan minat dalam kompetisi sains. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa masa kecilnya lebih banyak dihabiskan untuk bermain daripada belajar. "Jujur, waktu itu masih lebih banyak mainnya daripada belajar. Saat itu olimpiade bukanlah prioritas saya. Saya lebih mementingkan performa di kelas," ungkapnya.

Fansen mengalami banyak kegagalan dalam perjalanan kompetisinya, namun ia percaya bahwa ketekunan di bidang fisika akan membuahkan hasil. Titik balik dalam karier olimpiadenya terjadi ketika ia berhasil masuk ke tim nasional International Mathematics and Science Olympiad (IMSO). "Tentunya saya sangat senang dan terharu. Tidak hanya bangga dengan diri sendiri, saya juga bisa membanggakan guru pembina dan orang tua saya. Dari situlah cerita perjalanan olimpiade saya dimulai," kenangnya.

Prestasi yang Mengagumkan

Pada usia 18 tahun, Fansen telah mengumpulkan lebih dari 50 medali dari berbagai kejuaraan sains. Beberapa prestasinya yang menonjol antara lain:

  • Medali Perak Ruangguru Academy of Champions 2025
  • Medali Perak IPhO 2023
  • Honorable Mention Asian Physics Olympiad (APhO) Mongolia 2023
  • Medali Perunggu International Zhautykov Olympiad (IZhO) 2023
  • Medali Emas International Scientific Physics Olympiad (ISPhO) Rusia 2023
  • Medali Emas OSN SMA/MA bidang Fisika 2022
  • Absolute Winner OSN SMA/MA bidang Fisika 2022
  • Medali Emas Olimpiade Sains Akbar Tingkat Provinsi (OSA-P) 2022
  • Medali Emas OSN SMP bidang IPA 2021
  • Best Theory dan Observation OSN 2021 bidang IPA
  • Medali Emas International Science Contest (ISC) 2020
  • Medali Emas Individual Contest ISC 2019
  • Juara I Cerdas Cermat Pekan Raya Fisika V Nasional Universitas Riau 2020
  • Medali Emas IMSO China 2018
  • Dan masih banyak prestasi lainnya.

Dengan pencapaian yang luar biasa ini, Fansen Funata menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus belajar dan berprestasi di bidang sains.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait