Fakta Pendidikan

Mila Arlinda: Dari Lulusan Peternakan Menjadi Pebisnis Sukses dengan Omzet Rp 50 Juta per Bulan

Mila Arlinda, lulusan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, telah sukses mendirikan usaha ternak yang menghasilkan omzet hingga Rp 50 juta per bulan. Usahanya, 'Kerabat Ternak', menunjukkan bah...

P
Panca Akbar Saputra
01 July 2026
49 pembaca
Foto: UGM/Mila Arlinda, lulusan Fapet UGM, sukses mendirikan usaha ternak beromzet puluhan juta per bulan.
Foto: UGM/Mila Arlinda, lulusan Fapet UGM, sukses mendirikan usaha ternak beromzet puluhan juta per bulan.

Jakarta - Apa yang bisa dilakukan lulusan jurusan peternakan? Mila Arlinda membuktikan bahwa dengan usaha dan kerja keras, ia dapat menjadi seorang pebisnis di bidang ternak. Meskipun perjalanan tidaklah mudah, ia menunjukkan bahwa perempuan dapat berkontribusi secara signifikan di dunia peternakan. Setelah menyelesaikan studinya di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) pada tahun 2021, Mila dikenal berkat usahanya yang dinamakan 'Kerabat Ternak'. Usahanya yang berlokasi di Desa Kebonagung, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kini mampu meraih omzet hingga Rp 50 juta setiap bulan, dan pada saat Iduladha, omzetnya bisa melonjak hingga mencapai Rp 500-750 juta.

Mila mengungkapkan, "Dulu keluarga sempat ragu ketika saya memilih kuliah peternakan," dalam keterangan yang diterima pada Senin (29/6/2026).

Awal Mula Usaha Ternak

Dunia peternakan bukanlah hal yang asing bagi Mila. Sejak SMA, ia telah akrab dengan hewan ternak, khususnya lima ekor domba yang dipeliharanya. Ketertarikan ini mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan di Fapet UGM, di mana ia ingin mendalami ilmu peternakan lebih dalam. "Di Fapet UGM kami diajarkan bukan hanya teori, tetapi juga praktik dan pengalaman lapangan. Itu yang sangat membantu ketika benar-benar terjun ke dunia usaha," jelasnya.

Tekadnya untuk menuntut ilmu sangat dipengaruhi oleh orang tuanya yang merupakan pekerja keras. Ayahnya adalah seorang pengusaha kayu, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Keduanya telah membentuk karakter Mila menjadi sosok yang pekerja keras, mandiri, dan selalu ingin belajar.

Strategi dan Pertumbuhan Usaha

Bagi Mila, terjun ke dunia peternakan berarti memperbanyak pengalaman di lapangan, mulai dari pengelolaan pakan ternak hingga menghadapi kematian dan penyakit hewan. Dengan pengetahuan yang didapat, ia mengembangkan usaha ternak modern yang fokus pada kualitas dan genetik yang baik. Hasilnya, ia berhasil memiliki kambing berkualitas unggul yang dapat dijual dengan harga Rp 16-23 juta per ekor, sementara kambing lokal dijual sekitar Rp 3-5 juta per ekor.

Pada saat Iduladha, omzet 'Kerabat Ternak' bisa mencapai Rp 500 juta hingga Rp 700 juta dalam dua bulan. Di hari biasa, Mila dapat menghasilkan sekitar Rp 50 juta per bulan. Pendapatan ini berasal dari pengembangan bisnis sapronak seperti susu cempe, vitamin, dan peralatan peternakan yang dipasarkan ke berbagai daerah. Ia juga mengembangkan usaha aqiqah.

Saat ini, pasar usahanya telah meluas hingga ke Lamongan, Bojonegoro, dan berbagai daerah lain di Jawa Timur. Usaha Mila tidak hanya memberikan keuntungan pribadi, tetapi juga berdampak sosial bagi masyarakat sekitar dengan membuka lapangan kerja dan aktif membangun kelompok ternak bersama warga setempat.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait