Jakarta - Adinda Cresheilla, yang merupakan Puteri Indonesia Pariwisata 2022, mengalami sebuah peristiwa yang menegangkan. Mobil yang dikemudikannya dilempari batu oleh seseorang yang tidak dikenal, menyebabkan kaca mobilnya pecah. Kejadian tersebut berlangsung di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu sore, 24 Juni 2026.
Insiden ini dibagikan oleh Adinda melalui akun Instagramnya, di mana ia mengunggah video yang menunjukkan batu tajam yang menancap di kaca depan mobil tepat di depan setir. Saat kejadian, Adinda yang sedang mengemudikan mobil merasa terkejut dan langsung menepikan kendaraannya. Dalam video tersebut, suara Adinda terdengar syok dan ia menangis sambil mengucapkan istigfar.
“Kemarin sore kena musibah tiba-tiba ada yang lempar batu di Jalan Metro Pondok Indah. Aku melaju di lajur paling kanan dan begitu kena lemparan batu aku langsung refleks ambil hape record bukti, nyalain hazard, dan nepi ke kiri jalan,” tulis Adinda dalam video yang diunggahnya.
Polisi Melakukan Penyelidikan
Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Muhammad Kukuh Islami, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa petugas telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian bersama korban.
“Jadi itu bisa dilihat di video ada anggota dari reskrim yang mengecek TKP. Jadi saya setiap ada kejadian, memastikan anggota cek TKP. Jadi, korban itu bersama anggota Polsek untuk mengecek TKP,” ungkap Kukuh saat dihubungi.
Selain itu, Kukuh menyatakan bahwa pihaknya sedang mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk membantu mengidentifikasi pelaku. “Nah, anggota cek TKP itu pasti harus melihat ada nggak CCTV di sekitar untuk mencari identitas pelaku,” tambahnya.
Upaya Pencarian Pelaku
Polsek Kebayoran Lama juga telah mengirimkan surat untuk meminta rekaman dari kamera ETLE di sekitar lokasi kejadian sebagai langkah untuk menemukan pelaku. “Kita sudah mengirim surat ke ETLE untuk melihat CCTV. Kita juga menyisir CCTV sekitar, melakukan penyelidikan, apakah benar gitu loh batu orang yang melempar,” jelas Kukuh.
“Kalau batunya sudah kita jadikan barang bukti dan nanti kita mau melihat dari CCTV untuk kejadiannya seperti apa gitu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Makanya kita menyurat ke ETLE, Satlantas untuk meminta CCTV dan saya juga suruh sisir CCTV yang ada di sekitar,” pungkas Kukuh.
Redaksi telah berusaha menghubungi Adinda Cresheilla untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut melalui akun Instagramnya, namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan yang diterima.