Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa pasar modal di Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang positif, didorong oleh masuknya modal asing dan peningkatan jumlah investor. Saat ini, jumlah investor di pasar modal Indonesia mengalami kenaikan sekitar 52 persen, mencapai 31,14 juta SID.
“Pasar saham dalam negeri melanjutkan arah penguatan pada bulan Agustus 2026. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) ditutup pada level 6.525,48 per akhir Agustus 2026, menguat 4,64 persen secara bulanan,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK, Hasan Fawzi, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK yang diselenggarakan secara daring pada Senin, 7 September 2026.
Peningkatan Aliran Modal Asing
Hasan menyatakan bahwa pencapaian ini didukung oleh aliran modal dari investor asing yang terus berlanjut di pasar saham domestik pada bulan Agustus 2026. OJK mencatat bahwa di pasar saham, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 1,19 triliun. Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN), investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 15,35 triliun.
Peningkatan Likuiditas Pasar
Lebih lanjut, Hasan juga menyoroti perbaikan likuiditas di pasar. Rata-rata bid-ask spread saham tercatat pada level 1,17 persen, turun dari posisi bulan sebelumnya yang mencapai 1,33 persen. “Hal ini sejalan dengan arah pemulihan pergerakan pasar domestik,” ungkapnya.
Di sisi lain, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada Agustus 2026 ditutup pada level 410,04, mengalami penguatan sebesar 2,23 persen secara bulanan.