Fakta Ekonomi

Pengguna QRIS Mencapai 67 Juta, Terhubung dengan Enam Negara

Penggunaan QRIS semakin meluas dengan jumlah pengguna yang mencapai 67 juta dan volume transaksi mencapai 15 miliar hingga Juli 2026. Bank Indonesia juga telah mengembangkan layanan pembayaran lintas...

A
Amara Rukmana
06 September 2026
16 pembaca
Foto: Edwin Putranto/Republika
Foto: Edwin Putranto/Republika

Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus mengalami perkembangan yang signifikan. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa volume transaksi QRIS telah mencapai 15 miliar transaksi hingga bulan Juli 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh semakin meluasnya ekosistem pembayaran digital di Indonesia, di mana saat ini QRIS telah digunakan oleh 67 juta pengguna dan diterima di 45 juta merchant.

Pertumbuhan Ekosistem Pembayaran Digital

Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur BI, menyampaikan bahwa pertumbuhan transaksi QRIS juga didukung oleh jaringan penyedia jasa pembayaran yang semakin besar. Ekosistem ini mencakup 96 bank, 60 penyedia jasa pembayaran nonbank, serta empat switching. "Kita lihat transaksi sampai dengan bulan Juli 2026 itu sudah (volume transaksi) mencapai 15 miliar," ungkapnya dalam acara Lampung Financial Festival di Bandar Lampung pada Sabtu, 5 September 2026.

Ekspansi QRIS ke Luar Negeri

Perluasan QRIS tidak hanya berhenti di dalam negeri, tetapi juga mencakup pengembangan layanan pembayaran lintas negara. Hal ini memungkinkan QRIS digunakan oleh masyarakat Indonesia di sejumlah negara mitra. Hingga Juli 2026, transaksi inbound menggunakan QRIS di Indonesia tercatat sebesar Rp 5,9 triliun atau setara dengan 326,3 juta dolar AS dengan volume 19,76 juta transaksi. Sementara itu, transaksi outbound mencapai Rp 1,73 triliun atau 95,6 juta dolar AS dengan volume 4,32 juta transaksi.

QRIS cross border kini telah terhubung dengan enam negara, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China. Filianingsih menambahkan bahwa konektivitas ini membuat transaksi bagi masyarakat Indonesia di negara mitra menjadi lebih praktis, karena tidak selalu memerlukan penukaran uang tunai. “Kalau nanti teman-teman pergi ke enam negara itu nggak perlu pergi ke money changer, tidak perlu tukar uang di sana, cukup pakai handphone-nya asal ada saldonya,” ujarnya.

Artikel Terkait