Fakta Pendidikan

Perubahan Suhu di Bogor: Dari Sejuk Menjadi Panas, Apa Penyebabnya?

Suhu udara di Bogor, yang dikenal sebagai 'Kota Hujan', mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, menjadi lebih panas meskipun curah hujan tetap tinggi. Dr. Givo Alsepan dari IPB U...

S
Stevani Nila Wardana
05 July 2026
44 pembaca
Foto: Muhammad Farrel / detikfoto/Surya Kencana Bogor, Ikon Pecinan Tertua di Bogor.
Foto: Muhammad Farrel / detikfoto/Surya Kencana Bogor, Ikon Pecinan Tertua di Bogor.

Jakarta - Bogor, yang terkenal dengan sebutan 'Kota Hujan', kini mengalami perubahan suhu yang cukup drastis. Dalam beberapa tahun terakhir, suhu di Bogor tidak lagi sejuk seperti sebelumnya, dengan suhu siang hari sering mencapai 32 hingga 34 derajat Celsius. Meskipun hujan masih sering turun, apa yang menyebabkan suhu di Bogor berubah?

Dr. Givo Alsepan, seorang pakar dan dosen di Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, mengungkapkan bahwa perubahan suhu ini disebabkan oleh berbagai faktor. Di antaranya adalah fenomena iklim global dan pemanasan global, serta dampak dari penutupan lahan dan urbanisasi.

Penyebab Utama Perubahan Suhu

Menurut Dr. Givo, secara klimatologis, suhu rata-rata di Bogor berkisar antara 25,5 hingga 27 derajat Celsius. Namun, kondisi ini dapat berubah karena pengaruh fenomena iklim global, terutama El Niño-Southern Oscillation (ENSO). "Saat ini El Niño sedang berkembang di Samudra Pasifik tropis dan diprediksi berlangsung hingga akhir tahun 2026," ujarnya. Fenomena ini menyebabkan pasokan uap air ke Indonesia berkurang, sehingga curah hujan cenderung menurun.

Ketika El Niño terjadi, suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Pasifik menjadi lebih hangat, yang mengakibatkan pergeseran pusat pembentukan awan ke arah timur Pasifik. "Pergeseran awan dari wilayah Indonesia menuju Pasifik menyebabkan tutupan awan berkurang sehingga radiasi matahari lebih banyak mencapai permukaan bumi," jelasnya. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat Bogor merasakan cuaca yang lebih panas dari biasanya.

Tren Pemanasan yang Mengkhawatirkan

Selain fenomena El Niño, perubahan iklim global juga berkontribusi terhadap peningkatan suhu di Bogor. Data klimatologi menunjukkan bahwa suhu rata-rata tahunan di wilayah ini terus mengalami peningkatan sejak tahun 1990. "Perubahan iklim dapat dikatakan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya suhu udara di Bogor. Jika tidak ada upaya mitigasi yang serius, tren pemanasan ini akan terus berlanjut," ungkap Dr. Givo.

Walaupun Bogor masih memiliki ruang hijau, jumlahnya semakin berkurang akibat pembangunan. Berkurangnya ruang hijau ini menyebabkan suhu permukaan meningkat dan memicu fenomena urban heat island atau pulau panas perkotaan. "Masyarakat dapat berkontribusi melalui penghijauan lingkungan dan penerapan bangunan yang lebih adaptif terhadap panas. Sementara pemerintah perlu memperkuat tata ruang berbasis iklim dan memperluas ruang terbuka hijau," tambahnya.

Dr. Givo menekankan bahwa pohon merupakan solusi alami yang efektif untuk menurunkan suhu udara, mengurangi efek urban heat island, serta meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait