Yahukimo - Sebuah pesawat yang terdaftar sebagai PK-RCY milik PT Associated Mission Aviation (AMA) diduga dibakar oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Pesawat tersebut berada di ketinggian 2.292 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang menyebabkan proses evakuasi dan investigasi menjadi terhambat.
Kombes Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, menjelaskan bahwa "Proses penanganan di lapangan turut menghadapi kendala kondisi geografis. Belum adanya akses jalur darat sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan penerbangan perintis." Ia menambahkan bahwa Lapangan Terbang (Lapter) Balinggama, yang digunakan untuk mendarat, terletak di daerah pegunungan dan harus mempertimbangkan kondisi cuaca untuk mencapai lokasi tersebut.
Kendala Geografis dan Cuaca
Yusuf menyebutkan, "Bandara yang berada pada ketinggian sekitar 2.292 meter di atas permukaan laut menjadi hambatan petugas untuk tiba di lokasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca." Insiden ini terungkap melalui rekaman video udara yang diambil oleh pilot dari maskapai lain yang melintas di atas lokasi kejadian.
Hari ini, tim akan diberangkatkan ke lokasi kejadian untuk melakukan investigasi lebih lanjut. "Sejak menerima informasi dan video yang beredar, kami langsung melakukan investigasi awal serta berkoordinasi dengan pihak maskapai. Namun hingga saat ini kami belum dapat memastikan informasi mengenai korban karena tim masih menunggu pengecekan langsung di lokasi," tambahnya.
Informasi Mengenai Penumpang dan Pilot
Berdasarkan hasil koordinasi sementara, pesawat PK-RCY melayani rute penerbangan Wamena-Balingga-Wamena menggunakan pesawat jenis Pilatus. Menurut data manifes dari pihak maskapai, pilot pesawat tersebut bernama Nicholas F Goselin, seorang warga negara Amerika Serikat, dan membawa tujuh orang penumpang.
Yusuf menegaskan, "Hasil konfirmasi sementara membenarkan bahwa insiden kebakaran pesawat memang terjadi. Namun hingga saat ini, informasi mengenai kondisi pilot maupun para penumpang masih menunggu hasil pengecekan langsung di lokasi."