Jakarta - Dalam upaya mengusut kasus korupsi yang melibatkan PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel, Polri melaksanakan penggeledahan di salah satu rumah di Bogor, Jawa Barat. Hasil dari penggeledahan ini mencakup penyitaan ratusan kilogram emas serta sejumlah uang asing.
Foto yang diterima menunjukkan penyidik sedang menghitung uang yang ditemukan, yang diduga berasal dari brankas yang tersembunyi di balik dinding. Terdapat lima koper yang berisi tumpukan emas batangan dan uang asing. Penyidik juga terlihat menghitung total uang yang berhasil disita.
Penemuan Brankas Tersembunyi
Pada awalnya, polisi membuka dinding bermotif kayu berwarna cokelat. Setelah dinding tersebut dibongkar, ditemukanlah sebuah brankas besar berwarna putih. Dinding yang tampak tidak memiliki ruang di baliknya ternyata menyimpan brankas yang cukup besar.
Sebelumnya, saat melakukan penggeledahan di de'Clan Signature yang terletak di Cipete, Jakarta Selatan, polisi juga menemukan berbagai dokumen dan handphone. Selain itu, uang yang ditemukan dalam bentuk rupiah dan dolar AS mencapai total sekitar Rp 60 miliar.
"Untuk penggeledahan di lokasi de'Clan, kami telah menyita beberapa dokumen dan elektronik, termasuk handphone," jelas Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, di lokasi pada Rabu (8/7).
Uang yang ditemukan dalam brankas tersebut terdiri dari berbagai pecahan mata uang asing dan rupiah, dengan total nilai mencapai hampir Rp 60 miliar. "Kami menemukan SGD 3.130.000 dalam pecahan 100 SGD, USD 889.965, dan uang tunai Rp 259.159.000," tambahnya.
Kerjasama dalam Penanganan Kasus
Irjen Totok Suharyanto menjelaskan bahwa penyelidikan kasus-kasus ini dilakukan secara bersama dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Dia menyebutkan bahwa kasus-kasus ini berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengadaan batu bara yang menyebabkan pemadaman listrik, kasus ASABRI, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.
"Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang terkait PLN, ASABRI, dan penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI," ungkapnya.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto. "Ini merupakan perhatian Bapak Presiden untuk mengungkap dugaan kasus korupsi yang menjadi fokus kepolisian," kata Budi Hermanto setelah penggeledahan di Cafe de'Clan.
Budi menambahkan bahwa rangkaian penggeledahan ini adalah bagian dari upaya pengungkapan dugaan korupsi yang berkaitan dengan pengadaan batu bara di PLN, yang beberapa waktu lalu memicu pemadaman listrik di Sumatera, serta kasus-kasus lainnya. Penyelidikan mencakup aspek suap, gratifikasi, dan pencucian uang.
"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya, kami sedang melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi yang meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Beberapa lokasi saat ini sedang dilakukan penggeledahan secara serempak, termasuk di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer," tutupnya.