Fakta Nasional

--- Prabowo Diharapkan Tenangkan Masyarakat Terkait Nilai Tukar Dolar dan Rupiah ---

Minggu, 17 Mei 2026, 09:51 WIB 15 views 3 menit baca
---
Prabowo Diharapkan Tenangkan Masyarakat Terkait Nilai Tukar Dolar dan Rupiah

---
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. (Dok. Pribadi Mukhamad Misbakhun)
Bagikan:
---TITLEEXCERPT--- Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan dolar AS dan pelemahan rupiah bertujuan untuk menenangkan masyarakat, terutama di pedesaan. Ia mengingatkan pentingnya pengendalian nilai rupiah oleh Bank Indonesia. ---CONTENT---

Jakarta - Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR, menyatakan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan dolar Amerika Serikat (USD) dan pelemahan rupiah bertujuan untuk menenangkan masyarakat. Menurut Misbakhun, penggunaan dolar AS dalam transaksi keuangan lebih berdampak pada kalangan kaya.

“Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta untuk tenang, terutama masyarakat pedesaan, karena mereka tidak terlibat langsung dalam transaksi yang menggunakan dolar. Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang melibatkan impor, serta orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri,” ungkap Misbakhun kepada wartawan pada Minggu (17/5/2026).

Pentingnya Pengendalian Nilai Rupiah

Misbakhun menilai arahan Prabowo berfungsi sebagai pengingat bagi Bank Indonesia (BI) untuk lebih memperhatikan dan mengendalikan nilai rupiah. Ia berpendapat bahwa rupiah perlu dikendalikan dan dikembalikan pada nilai ideal, karena hal ini akan berpengaruh pada masyarakat yang selama ini melakukan transaksi menggunakan dolar.

“Masyarakat yang menggunakan dolar dalam transaksi itu berasal dari sektor yang bahan bakunya impor. Salah satu yang kami khawatirkan adalah impor dari komoditas yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Risiko Inflasi dan Stabilitas Ekonomi

Kekhawatiran akan penguatan dolar juga dapat memberikan tekanan terhadap inflasi, karena biaya impor bahan baku menjadi lebih mahal. Saat ini, nilai rupiah telah melewati Rp1.000 dari asumsi makro yang ada di APBN 2026.

“Tentunya apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo terkait nilai tukar itu adalah untuk menenangkan masyarakat, supaya mereka tidak panik dan tetap tenang, serta tidak terpengaruh oleh isu yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi nasional kita,” tambahnya.

Meski demikian, Misbakhun mencatat bahwa ada makna tersirat dari pernyataan Prabowo yang menjadikan isu pelemahan rupiah sebagai topik pembicaraan di masyarakat. Ia meminta BI untuk segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengembalikan nilai rupiah ke posisi yang lebih kuat, mengingat BI menyatakan bahwa rupiah saat ini undervalue.

“Dan Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat. Ketika fundamental ekonomi sangat kuat, kenapa sampai terjadi pelemahan terhadap rupiah? Dan rupiah termasuk mata uang yang secara regional mengalami pelemahan sangat signifikan. Kami di Komisi XI memberikan kesempatan kepada Bank Indonesia untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam menguatkan kembali nilai rupiah,” tuturnya.

Sejak nilai 1 USD melewati Rp17.000, penurunan diperkirakan akan berlanjut hingga sekitar Rp17.600. Hal ini membuat masyarakat yang sebelumnya tidak membahas dolar kini mulai memperbincangkan tentang pelemahan rupiah.

Misbakhun juga mengingatkan bahwa angka psikologis Rp17.000 pernah terjadi pada periode pemerintahan sebelumnya, yang berujung pada krisis moneter tahun 1998. Namun, ia menekankan bahwa kondisi saat ini sangat berbeda dengan masa lalu.

“Inilah yang harus dijaga oleh Bank Indonesia, meskipun situasi sekarang sangat berbeda dengan 1998. Fundamental kita sangat kuat saat ini dan struktur ekonomi kita juga lebih solid dibandingkan periode-periode tersebut,” sebutnya.

Selain itu, Misbakhun menekankan bahwa BI perlu melakukan langkah konkret, karena jika tidak, hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut dalam menjaga nilai tukar rupiah.

Prabowo sebelumnya juga menyinggung peran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menjaga stabilitas keuangan. Ia menegaskan bahwa selama Purbaya masih tersenyum, kondisi keuangan negara dalam keadaan aman. “Menteri-menteri ada yang mengurus legalitas masalah hukumnya, ada yang mengurus keuangan. Purbaya sekarang sangat populer. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, tidak usah kalian khawatir,” ujarnya saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5).

Simak juga Video Prabowo: Mau Dolar Berapa Ribu Kek, Kalian di Desa Nggak Pakai Dolar.

P

Penulis

Padma Dewi

Penulis di Nalar Fakta

Berita Terkait