Fakta Politik

Prabowo Tegaskan Pemimpin yang Berbohong kepada Rakyat adalah Pengkhianat

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemimpin yang berbohong kepada rakyat merupakan pengkhianat dan berdosa, saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat.

A
Agustinus Jaya Wiratama
09 July 2026
32 pembaca
Presiden RI Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat. (Youtube/KementrianESDM)
Presiden RI Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat. (Youtube/KementrianESDM)

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemimpin yang tidak jujur kepada rakyatnya adalah pemimpin yang berdosa dan berkhianat terhadap kepentingan negara. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 yang berlangsung di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada hari Kamis (9/7).

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengaitkan pernyataannya dengan pencapaian pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Ia menyatakan, "Berdosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya. Berdosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya. Berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan."

Pentingnya Swasembada Pangan

Prabowo juga menyoroti bahwa masih ada pihak-pihak yang meremehkan pentingnya swasembada pangan dan menuduh pemerintah tidak transparan mengenai kondisi yang sebenarnya kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menyampaikan kebohongan kepada rakyat, terutama terkait dengan pencapaian swasembada pangan yang menurutnya telah berhasil diraih.

"Alhamdulillah, kita sudah buktikan bahwa kita mampu mengamankan dan menghasilkan pangan untuk rakyat kita. Alhamdulillah, kita sudah swasembada pangan. Dari target empat tahun, kita telah berhasil dalam satu tahun. Banyak pihak yang meremehkan pentingnya swasembada pangan," ungkapnya.

Komitmen Terhadap Ketersediaan Air

Prabowo menambahkan bahwa sejak sebelum dilantik sebagai presiden, ia telah menekankan kepada tim inti dan penasihatnya mengenai pentingnya mewujudkan swasembada pangan dan energi, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan dan bahan bakar minyak. Ia juga menekankan bahwa ketersediaan air merupakan faktor utama yang menentukan kelangsungan hidup suatu bangsa.

Menurut Prabowo, TNI terus melaksanakan program pengeboran air di daerah-daerah yang mengalami kesulitan akses air. "Sampai sekarang TNI terus mencari air, TNI terus membor air di tempat-tempat yang susah. Panglima TNI sudah tahun ini saja sudah berapa lubang air yang kita 'drill'? Sudah 30 ribu, dan terus ada masalah kita atasi," jelasnya.

Artikel Terkait