Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menanggapi pernyataan Jubir Wapres ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, yang disampaikan oleh Husain Abdullah. Husain berharap pengunduran diri Ade Armando dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak. Bestari menegaskan bahwa tidak ada maksud tertentu di balik pernyataan tersebut.
Bestari menyatakan, "Semuanya kita belajar, bahkan belajar itu dari buaian sampai ke liang lahat, kan begitu. Nah itu makna daripada yang dia sampaikan ya saya menangkapnya ya belajar bagi semua pihak itu menjadi pembelajaran apa pun yang sedang kita alami hari ini semua menjadi pembelajaran bagi semua pihak." Ia juga menjelaskan bahwa PSI tidak perlu menjelaskan sikap Ade Armando terkait isu SARA, mengingat dampak tersebut tidak bisa lagi dikaitkan dengan partai.
Ia menambahkan, "PSI tidak lagi dalam posisi harus menjelaskan apa yang menjadi tanggung jawab orang perorangan gitu ya. Ya kalau setelah Bung Ade itu mengundurkan diri dari PSI sebagai anggota maupun kader, kan sudah ada pernyataan jelas bahwa beliau itu memahami dampak besar itu ditarik-tarik ke PSI." Bestari menegaskan bahwa PSI tidak memiliki hubungan yang rusak dengan JK, dan menyebutkan bahwa Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, memiliki hubungan baik dengan JK.
Bestari juga mengungkapkan, "PSI bahkan belum pernah bersentuhan secara langsung ya dengan Pak JK. Saya kira tidak ada hubungan yang rusak antara PSI dengan Pak JK. Pak Jokowi juga pernah bersama-sama dengan Pak JK itu selama lima tahun sebagai Presiden dan Wakil Presiden dan dalam perjalanan itu baik-baik saja." Ia menekankan bahwa tidak ada konfrontasi yang dapat dikaitkan dengan hubungan PSI dan JK, mengingat PSI merupakan partai kecil.
Ia menekankan bahwa tindakan Ade Armando dan rekan-rekannya tidak ada hubungannya dengan PSI. "Kalau masalah mengenai adanya hal-hal yang terkait oknum-oknum tertentu atau orang-orang tertentu atau pribadi-pribadi tertentu saya kira itu urusan pribadi yang tidak bisa dikaitkan langsung kepada PSI atau menjadi kebijakan PSI," ujarnya.
Ade Armando, yang merupakan pegiat media sosial, mengundurkan diri dari PSI setelah dilaporkan ke polisi oleh 40 organisasi masyarakat Islam terkait dugaan pemotongan ceramah Wapres RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. Husain Abdullah berharap situasi ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, bukan hanya Ade Armando.
Husain menyatakan, "Kalau soal pengunduran diri Ade Armando dari partainya, itu masuk ranah internal beliau. Yang konon karena tidak mau partainya disangkut pautkan." Ia juga menekankan bahwa praktik-praktik yang dilakukan oleh Ade Armando dan yang lainnya seharusnya dihentikan.
Dengan demikian, pernyataan dan tindakan yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa hubungan antara PSI dan JK tetap terjaga, meskipun ada dinamika internal yang terjadi di dalam partai.