Jakarta, CNN Indonesia -- Bestari Barus, Ketua DPP PSI Bidang Politik, mengingatkan Ade Armando agar tidak terlalu jauh mencampuri masalah internal partai setelah ia resmi mengundurkan diri sebagai kader. Peringatan ini disampaikan oleh Bestari sebagai respons terhadap beberapa pernyataan Ade dalam wawancara di siniar YouTube Zulfan Lindan Unpacking pada Senin (11/5).
Dalam wawancara tersebut, Ade menyatakan bahwa ada pihak di dalam PSI yang telah lama menginginkan kepergiannya. "Kami menilai Ade Armando sudah terlalu jauh masuk ke ruang yang dia tidak berkewenangan dan dia tidak kompeten," jelas Bestari saat dihubungi pada Rabu (13/5).
Reaksi terhadap Pernyataan Ade
Bestari mengungkapkan bahwa pernyataan Ade dalam siniar itu cukup menggelitik, meskipun bukan merupakan informasi baru. Ia menambahkan bahwa sejak Kongres terakhir di Solo, Ade tidak pernah terlibat dalam kepengurusan pusat partai. Menurutnya, Ade hanya merupakan kader biasa yang pernah maju sebagai calon anggota legislatif dari PSI.
"Untuk diketahui masyarakat umum juga bahwa Armando tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan PSI pasca kongres Solo. Sekedar anggota biasa yang kebetulan pernah diberi kesempatan untuk jadi Caleg PSI," ungkapnya.
Pentingnya Introspeksi Diri
Bestari menekankan bahwa alih-alih memberikan komentar tentang PSI, Ade seharusnya melakukan introspeksi diri. Ia juga menegaskan bahwa PSI tidak akan terlibat dalam kasus hukum yang kini menimpa Ade terkait dugaan penghasutan dan ujaran kebencian. "Ada baiknya saudara Ade Armando introspeksi diri dan menata diri sendiri dan tidak turut campur mengurusi institusi PSI dari sini dan ke depan," ujarnya.
Ade Armando, yang merupakan pegiat media sosial sekaligus mantan politikus PSI, mulai terbuka mengenai alasan pengunduran dirinya dari partai setelah menghadapi kasus hukum. Dalam wawancara di siniar YouTube tersebut, ia mengungkapkan bahwa sejak lama ada desakan dari pihak internal PSI untuk mengeluarkannya.
Ia menyebutkan bahwa ada pihak di dalam partai yang merasa keberadaannya mengganggu proses re-branding PSI, meskipun ia mengaku belum sepenuhnya memahami maksud dari citra baru partai tersebut. "Kalau Anda bilang ada enggak tekanan gitu ya. Sebetulnya, saya udah dengar suara-suara di dalam PSI yang mengatakan bahwa saya harus diberhentikan, dikeluarkan," kata Ade.