Jakarta, CNN Indonesia -- Bestari Barus, Ketua DPP PSI Bidang Politik, mengingatkan Ade Armando agar tidak lagi mencampuri urusan internal partai setelah ia resmi mengundurkan diri sebagai kader. Menurut Bestari, lebih baik Ade melakukan introspeksi diri ketimbang memberikan komentar tentang PSI.
Ia menegaskan bahwa PSI tidak akan terlibat dalam masalah hukum yang saat ini dihadapi Ade, yang terkait dengan dugaan penghasutan dan ujaran kebencian yang menyangkut Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK).
Pernyataan Ade Armando di Siniar YouTube
Bestari menilai bahwa Ade Armando telah melangkah terlalu jauh ketika ia menyatakan dalam sebuah siniar di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking bahwa terdapat pihak di internal PSI yang ingin agar dirinya dikeluarkan. "Kami menilai Ade Armando sudah terlalu jauh masuk ke ruang yang dia tidak berkewenangan dan dia tidak kompeten," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sejak Kongres terakhir di Solo, Ade tidak pernah terlibat dalam kepengurusan pusat partai. Bestari menegaskan bahwa Ade Armando hanyalah kader biasa yang pernah maju sebagai calon anggota legislatif dari PSI.
Rekaman Video dan Pengunduran Diri Ade
Bestari menjelaskan kepada publik bahwa Ade Armando tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan PSI setelah kongres di Solo. "Sekadar anggota biasa yang kebetulan pernah diberi kesempatan untuk jadi Caleg PSI," jelasnya.
Sebelumnya, Ade Armando mengungkapkan dalam rekaman video siniar bahwa ada desakan dari internal PSI untuk pengunduran dirinya, yang berkaitan dengan kasus hukumnya. Ia menyatakan bahwa keberadaannya di PSI dianggap mengganggu proses rebranding partai yang kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo.
Dalam wawancara tersebut, Ade mengaku mendengar suara-suara di dalam PSI yang menyatakan bahwa ia harus dikeluarkan. "Kalau Anda bilang ada enggak tekanan gitu ya. Sebetulnya, saya udah dengar suara-suara di dalam PSI yang mengatakan bahwa saya harus diberhentikan, dikeluarkan," tuturnya.