Fakta Politik

Puan Maharani Dorong Fokus Manajerial dalam Pelatihan Koperasi Desa

Ketua DPR Puan Maharani menekankan perlunya program pelatihan untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih lebih berorientasi pada manajerial, setelah insiden tragis...

P
Padma Dewi
30 June 2026
43 pembaca
Ketua DPR Puan Maharani meminta agar program pelatihan untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih fokus pada manajerial. (Firda/detikcom)
Ketua DPR Puan Maharani meminta agar program pelatihan untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih fokus pada manajerial. (Firda/detikcom)

Jakarta, CNN Indonesia -- Puan Maharani, selaku Ketua DPR, mengusulkan agar pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) lebih difokuskan pada aspek manajerial. Permintaan ini muncul setelah terjadinya insiden yang merenggut nyawa lima orang dalam pelatihan dasar militer (Latsarmil) yang merupakan bagian dari program tersebut.

"Rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan ya yang sesuai diharapkan," ungkap Puan dalam keterangannya pada Selasa (30/6).

Bela Sungkawa dan Evaluasi Program

Puan juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam terhadap para korban yang meninggal dunia akibat Latsarmil. Ia mengingatkan pentingnya agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang dan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap program pelatihan tersebut.

Dia mendukung langkah pemerintah yang memutuskan untuk mengubah Latsarmil menjadi program pelatihan bela negara, di samping pelatihan manajerial. "Jadi evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan. Nanti akan kami tindaklanjuti. Kita lihat dulu," tambahnya.

Perubahan dalam Program Pelatihan

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa penghapusan pelatihan dasar kemiliteran dilakukan sejalan dengan keputusan Kementerian Pertahanan untuk menghentikan Latsarmil bagi peserta SPPI. Sebagai gantinya, kementerian akan menyelenggarakan Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

Dalam format pelatihan yang baru, kegiatan fisik dan latihan yang berkaitan dengan aspek kemiliteran lainnya juga akan dikurangi. Selain itu, Kementerian Pertahanan akan memperhatikan kesehatan peserta untuk memastikan proses pendidikan calon pengelola koperasi berlangsung dengan aman dan tertib. "Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini," jelas Rico saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (29/6).

Artikel Terkait