Fakta Pendidikan

SEAMEO RECFON Perluas Program Gizi Sekolah ke Wilayah Asia Tenggara

Lebih dari 2.400 sekolah dan madrasah di Indonesia telah merasakan manfaat dari program Nutrition Goes to School (NGTS) selama sepuluh tahun terakhir. SEAMEO RECFON berkomitmen untuk mengembangkan pro...

W
Wira Yudha
24 August 2026
37 pembaca
SEAMEO RECFON Dorong Program Gizi Sekolah Indonesia Meluas ke Asia Tenggara
SEAMEO RECFON Dorong Program Gizi Sekolah Indonesia Meluas ke Asia Tenggara

JAKARTA - Dalam satu dekade terakhir, lebih dari 2.400 sekolah dan madrasah telah mendapatkan manfaat dari pelatihan yang diselenggarakan melalui program Nutrition Goes to School (NGTS). Selain menjangkau ribuan institusi pendidikan, lebih dari 3.500 pendidik dan kepala sekolah juga telah berpartisipasi dalam pelatihan ini. Direktur SEAMEO RECFON, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, menyatakan bahwa program yang dimulai sejak 2016 ini bertujuan untuk mengatasi tantangan gizi bagi anak-anak dan remaja di Indonesia.

NGTS lahir dari keyakinan bahwa kesehatan dan kecukupan gizi menjadi faktor penting agar anak dapat menjalani proses pembelajaran dengan baik. “Anak tidak dapat belajar dengan optimal apabila kesehatan dan gizinya tidak mendukung,” ungkap Rini saat memperingati 10 tahun NGTS pada National Symposium 70th Antarbudaya AFS di Kantor Kemendikdasmen pada Minggu, 23 Agustus.

Investasi untuk Masa Depan

Prof. Rini, yang berpengalaman dalam bidang kesehatan anak dan kesehatan masyarakat, berpendapat bahwa pemenuhan gizi tidak hanya penting untuk kelangsungan hidup anak. Ia menambahkan bahwa gizi juga merupakan investasi untuk mendukung pertumbuhan, aktivitas, dan pembentukan individu yang sehat dan produktif di masa depan. “Gizi bukan hanya untuk bertahan hidup, tapi adalah investasi masa depan untuk dia bertumbuh, berkembang, dan beraktivitas, dan pada akhirnya menjadi dewasa yang sehat dan produktif,” jelasnya.

Pengembangan Program Berbasis Sekolah

Program NGTS dirancang untuk menciptakan generasi yang aktif, memiliki status gizi baik, berkarakter, dan cerdas. Namun, SEAMEO RECFON menyadari bahwa peningkatan pengetahuan tentang gizi saja tidak cukup. Menurut Rini, anak-anak juga memerlukan lingkungan sekolah yang mendukung, peran guru dan teman sebaya, kepemimpinan sekolah, kebijakan yang tepat, serta kolaborasi dari berbagai pihak.

Oleh karena itu, NGTS dikembangkan sebagai program berbasis sekolah yang tidak mengharuskan bentuk kegiatan seragam di setiap institusi pendidikan. Sekolah dan madrasah didorong untuk mengenali masalah dan sumber daya yang ada, menentukan prioritas, serta menyusun rencana aksi bersama. Kegiatan yang dilakukan pun bervariasi, mulai dari pendidikan gizi, perbaikan kantin, pengembangan kebun sekolah, hingga budidaya ternak dan ikan. Beberapa sekolah juga mengintegrasikan pesan tentang gizi ke dalam pembelajaran dan kegiatan siswa, serta aktivitas yang melibatkan komunitas sekolah. “Sekolah bukan sekadar penerima program, sekolah adalah pemilik perubahan tersebut,” tegas Rini.

Ia menekankan bahwa sekolah harus memahami bahwa gizi merupakan bagian integral dari pendidikan dan bahwa kebiasaan hidup sehat perlu ditanamkan sejak dini agar dapat terus melekat hingga anak-anak memasuki usia dewasa. Dalam rangka memperingati 10 tahun NGTS, SEAMEO RECFON berkomitmen untuk melanjutkan praktik baik yang telah dibangun di Indonesia dan memperluasnya ke kawasan Asia Tenggara. “Mari kita lanjutkan langkah dari Indonesia untuk Southeast Asia menuju Awesome Generation,” tutup Prof. Rini.

jpnn.com Sumber: jpnn.com

Artikel Terkait