Jakarta - Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan rangkaian serangan yang berlangsung selama 90 menit, yang ditujukan kepada Iran. Serangan ini menargetkan lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal milik Iran.
Detail Serangan
"CENTCOM meluncurkan amunisi presisi terhadap sistem pertahanan pantai dan lokasi penyimpanan serta peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb selama gelombang serangan 90 menit tersebut. Serangan ini semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal dagang di Selat Hormuz," ujar Komando Pusat AS seperti yang dilaporkan oleh CNN pada Rabu (15/7/2026).
Pulau Greater Tunb merupakan salah satu pulau kecil yang terletak dekat pintu masuk barat Selat Hormuz. Beberapa bulan lalu, pentingnya pulau-pulau tersebut, termasuk Greater Tunb, telah dilaporkan, di mana seorang peneliti menyebutnya sebagai "benteng pertahanan" Iran.
Korban dan Dampak
Serangan tersebut dimulai pada pukul 06.00 pagi waktu setempat dan berakhir pada pukul 07.30 pagi, menurut keterangan militer AS. Komando Pusat AS juga membagikan video yang menunjukkan pencitraan termal dari serangan itu. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa lebih dari 260 orang terluka akibat serangan terbaru ini.
Di antara korban tersebut, terdapat setidaknya tiga wanita dan enam anak-anak, menurut Hossein Kermanpour, juru bicara Kementerian Kesehatan. "Sejauh ini, 222 dari korban luka telah dirawat dan dipulangkan," tambahnya. Kermanpour menyatakan bahwa luka-luka tersebut dialami selama "gelombang serangan terbaru terhadap Iran," meskipun tidak menyebutkan waktu yang tepat. CNN belum dapat memverifikasi angka tersebut secara independen.
Sebelumnya, juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyebutkan bahwa lebih dari 30 warga sipil telah kehilangan nyawa dalam serangan AS di wilayah selatan Iran dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, setidaknya tujuh personel militer Iran dilaporkan tewas akibat serangan AS yang menargetkan pangkalan militer di tenggara negara itu.