Fakta Nasional

Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu Perempuan Karena Perilaku Tak Pantas

Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam mencabut gelar kerajaan menantu perempuannya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, akibat perilaku yang dianggap tidak pantas. Keputusan ini diumumkan melalui...

S
Stevani Nila Wardana
10 August 2026
30 pembaca
Pangeran Malik dan Pengiran Raabi'atul Adawiyyah (Foto: REUTERS)
Pangeran Malik dan Pengiran Raabi'atul Adawiyyah (Foto: REUTERS)

Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, telah mencabut gelar kerajaan yang dimiliki oleh menantu perempuannya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Pencabutan gelar ini dilaporkan terkait dengan perilaku yang dianggap tidak pantas dari menantu perempuan tersebut. Keputusan ini diumumkan oleh Kantor Kepala Protokol Kerajaan dalam sebuah pernyataan pada 8 Agustus 2026, seperti yang dilansir oleh New Straits Times.

Gelar yang dicabut adalah "Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri", yang sebelumnya diberikan kepada Pengiran Raabi'atul. Pelaksana Tugas Kepala Protokol Kerajaan, Pengiran Haji Raffizana Pengiran Haji Razali, menyatakan bahwa pencabutan gelar tersebut merupakan titah langsung dari Sultan Bolkiah. Dengan demikian, pencabutan gelar ini berlaku efektif segera setelah diumumkan.

Alasan Pencabutan Gelar

Pernyataan dari Kantor Kepala Protokol Kerajaan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan di balik pencabutan gelar tersebut. Namun, laporan dari media lokal Brunei, RTB News, menyebutkan bahwa tindakan ini diambil setelah perilaku Pengiran Raabi'atul yang dianggap tidak sesuai untuk seorang istri dari anggota keluarga Kesultanan Brunei. Perilakunya dinilai telah mencoreng nama baik Kesultanan Brunei dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap Sultan Bolkiah. Detail mengenai perilaku yang dimaksud tidak dijelaskan lebih lanjut.

Profil Pengiran Raabi'atul Adawiyyah

Pengiran Raabi'atul lahir pada 27 Oktober 1992 dan merupakan anak kedua dari sepuluh bersaudara. Ayahnya adalah Pengiran Haji Bolkiah, seorang bangsawan Brunei, dan ibunya bernama Pengiran Hajah Noor'aismah. Sejak kecil, Raabi'atul mendapatkan pendidikan yang cukup bergengsi, dimulai dari Al-Falaah School pada tahun 1997 hingga 2003. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan di Rimba I Primary School, Menglait Secondary School, dan Rimba Secondary School.

Setelah menyelesaikan pendidikan, sekitar tahun 2012, Raabi'atul bekerja di BAG Networks sebagai System Data Analyst, sebuah perusahaan konsultan IT terkemuka di Brunei. Kemudian, pada tahun 2013, ia bergabung dengan HAD Technologies sebagai IT Instructor. Raabi'atul memiliki ketertarikan dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi (ICT), dan telah mengikuti berbagai kursus di bidang tersebut. Pada tahun 2012, ia memperoleh beberapa sertifikat keahlian ICT, termasuk Internet and Computing Core Certification, Microsoft Office Specialist, dan Adobe Certified Certificate. Ia juga berpartisipasi dalam ICT Youth Development Programme dari tahun 2012 hingga 2013.

Selain itu, Raabi'atul aktif dalam kegiatan keagamaan, termasuk kompetisi membaca Alquran. Pada tahun 2005, saat berusia 13 tahun, ia mewakili sekolahnya dalam lomba membaca Alquran. Pada tahun 2008, ia juga mengikuti lomba Skim Tilawah Alquran Remaja dan kompetisi nasional Dikir Dabai'ie di Brunei.

Raabi'atul Adawiyyah menikah dengan Pangeran Abdul Malik, putra Sultan Hassanal Bolkiah, pada April 2015. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak.

Artikel Terkait