Seorang pria berinisial AS (51), yang diduga terlibat dalam pemerkosaan puluhan santriwati di Pati, ditemukan bersembunyi di rumah warga di dekat kompleks makam Raden Gunungsari, Desa Bakalan, Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah, saat dikejar oleh pihak kepolisian. AS mengklaim bahwa ia sedang menjalani ritual spiritual.
Penyembunyian Tersangka
Kepala Desa Bakalan, Sutanto, menjelaskan bahwa AS datang dan bersembunyi di rumah salah satu warganya pada Rabu pagi, 6 Mei. "Informasi dari warga yang menerima tamu, (AS) hari Rabu masuk Desa Bakalan. Naik ojek dari Kecamatan Purwantoro, jam 7 pagi. Di Bakalan ganti ojek untuk menuju puncak itu, jaraknya sekira 1 km dari permukiman warga yang ramai. (AS) menuju ke salah satu rumah warga, menginap di sana," ungkap Sutanto.
Klaim Ritual Spiritual
Sutanto menambahkan bahwa warga setempat tidak mengetahui bahwa AS adalah buron. Mereka juga tidak mengenali sosoknya. AS kemudian beristirahat di rumah warga dekat Gedong Giong dan diterima oleh pemilik rumah dengan tanpa rasa curiga, karena rumah tersebut sering digunakan oleh peziarah makam Raden Gunungsari untuk beristirahat. "(Warga) tidak kenal. (AS) cuma numpang karena lokasi rumah berdekatan dengan makam. Rumahnya warga ini sering digunakan mampir peziarah, bukan juru kunci juga, rumahnya cuma dekat saja, jadi digunakan untuk mampir," jelasnya.
AS kepada warga mengaku sedang melakukan ritual spiritual. Ia menyatakan bahwa ia disuruh oleh gurunya untuk berziarah ke makam Raden Gunungsari. "Ceritanya, yang bersangkutan mengaku disuruh gurunya berpuasa tiga tahun. Saat ini baru dapat tiga bulan, terus disuruh ke sini. Warga tidak curiga, tidak ada yang tahu. Tempatnya itu juga jauh dari permukiman. Memang biasa datang orang luar kota yang berziarah, jadi tidak ada yang curiga," tambah Sutanto.