Fakta Nasional

Trump Menanggapi Kekhawatiran tentang Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Presiden AS Donald Trump menanggapi kekhawatiran mengenai kesehatan dan kondisi personel di kapal induk USS Abraham Lincoln, yang sedang bertugas menghadapi Iran. Ia menyatakan bahwa kapal tersebut ak...

S
Stevani Nila Wardana
15 August 2026
29 pembaca
Donald Trump (Foto: REUTERS/Kylie Cooper)
Donald Trump (Foto: REUTERS/Kylie Cooper)

Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menanggapi isu mengenai kondisi kehidupan dan kesehatan mental anggota militer di kapal induk USS Abraham Lincoln yang dikerahkan untuk menghadapi Iran. Trump menyatakan bahwa kapal tersebut akan segera digantikan.

Dalam sebuah konferensi pers yang dilansir AFP pada Sabtu (15/8/2026), Trump menjawab pertanyaan wartawan mengenai kekhawatiran keluarga para personel di kapal induk tersebut, dengan tegas menyatakan, "Tidak, mereka tidak khawatir." Ia juga menolak anggapan bahwa kapal yang telah berada di laut selama sembilan bulan itu dikerahkan terlalu lama, mengatakan, "Tidak, tidak, tidak, justru belum cukup lama."

Rencana Penggantian Kapal Induk

Trump mengonfirmasi bahwa USS Abraham Lincoln dijadwalkan untuk digantikan oleh kapal induk lain, di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait kontrol atas Selat Hormuz dan program nuklir negara tersebut. "Kapal itu sedang bergerak sekarang atau akan segera bergerak, dan akan digantikan oleh kapal lain yang sangat mirip," ungkapnya.

Kondisi di Kapal Induk dan Tanggapan Politisi

Media di AS, termasuk publikasi yang fokus pada militer, melaporkan pernyataan beberapa kerabat awak kapal yang menyebutkan bahwa kondisi kehidupan di USS Abraham Lincoln telah memburuk, dengan adanya laporan mengenai beberapa upaya bunuh diri. Politisi dari Partai Demokrat mendesak agar dilakukan penyelidikan terkait situasi tersebut.

USS Abraham Lincoln berangkat dari California pada November 2025 untuk bertugas di Laut China Selatan, namun kemudian rutenya dialihkan ke Timur Tengah sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari. Jonathan Schroden, kepala pejabat penelitian di Center for Naval Analyses, menjelaskan kepada AFP bahwa kelompok tempur kapal induk umumnya dirancang untuk masa penugasan enam bulan demi menjaga kesejahteraan pelaut.

Artikel Terkait