Fakta Nasional

Tujuh Kantor Pemerintah di Puncak Papua Tengah Terbakar Akibat Aksi Massa

Aksi pembakaran yang dilakukan oleh sekelompok massa terjadi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, melibatkan tujuh kantor pemerintah, termasuk Kantor Bupati dan DPRD, diduga dipicu oleh ketidakpuasan te...

N
Naufal Akbar
12 August 2026
24 pembaca
Foto: Gedung pemerintahan di Puncak, Papua Tengah dibakar massa. (dok. istimewa)
Foto: Gedung pemerintahan di Puncak, Papua Tengah dibakar massa. (dok. istimewa)

Sejumlah massa melakukan pembakaran terhadap tujuh kantor pemerintah di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, termasuk di dalamnya Kantor Bupati dan DPRD Puncak. Insiden ini diduga disebabkan oleh ketidakpuasan masyarakat terkait pembagian dana desa.

Kapolres Puncak, AKBP Domingos De F. Ximenes, menyatakan bahwa titik-titik yang terbakar antara lain adalah Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Bupati, Kantor DPRD, Kantor Dukcapil, Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial, dan Kantor Keuangan. Selain itu, satu unit kendaraan Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di halaman Kantor Bupati juga menjadi sasaran pembakaran.

Waktu dan Lokasi Kejadian

Peristiwa ini berlangsung di wilayah Ilaga, Puncak, pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 18.45 WIT. Aksi pembakaran yang bersifat anarkis ini diduga berkaitan dengan pembagian dana desa tahap I untuk tahun 2026.

“Penyaluran dana desa tahap I reguler telah dilakukan di Kantor Bank Papua. Massa kemudian mendatangi Kantor PMK. Beberapa saat kemudian, Bupati Puncak, Elvis Tabuni, tiba di lokasi untuk menemui para demonstran,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa ketidakpuasan massa menyebabkan mereka melakukan pembakaran di Kantor PMK.

Situasi Terkini dan Tindakan Keamanan

Personel Satgas Gakkum ODC 2026 bersama dengan jajaran Polsek telah bersiaga di perempatan alun-alun dekat Polsek Ilaga, sementara personel Satgas Tindak ODC juga siaga di Kotis. “Berdasarkan informasi terbaru, massa aksi mulai menyebar dan kembali melakukan pembakaran. Namun, kini mereka mulai membubarkan diri dan situasi perlahan kembali kondusif,” tambahnya.

Peristiwa ini menunjukkan ketegangan yang terjadi di masyarakat terkait masalah pembagian dana desa, yang perlu ditangani dengan baik untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Artikel Terkait