Fakta Ekonomi

Uni Eropa Kumpulkan Rp 18,22 Triliun untuk Pemulihan Gaza

Komisi Eropa mengadakan pertemuan kedua Palestine Donor Group di Brussels, yang menghasilkan dana sebesar 883,6 juta euro untuk mendukung pemulihan awal Gaza.

N
Narayana Putra
14 July 2026
33 pembaca
Foto: EPA/MOHAMMED SABER
Foto: EPA/MOHAMMED SABER

BRUSSELS -- Pada hari Senin (13/7/2026), Komisi Eropa menyelenggarakan pertemuan kedua Palestine Donor Group (PDG) di Brussels, Belgia. Dalam pertemuan ini, disepakati peluncuran Team Gaza Initiative yang bertujuan mengumpulkan dana sebesar 883,6 juta euro, setara dengan Rp 18,22 triliun, untuk mendukung upaya pemulihan awal di Gaza.

Menurut informasi dari laman resmi Komisi Eropa, PDG dipimpin bersama oleh Komisioner Eropa untuk Mediterania, Dubravka Suica, dan Perdana Menteri Palestina, Mohammad Mustafa. Pertemuan ini dihadiri oleh 65 delegasi, termasuk pejabat tinggi Uni Eropa dan perwakilan organisasi internasional. Untuk pertama kalinya, pertemuan ini juga dihadiri oleh Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian, Nikolay Mladenov, serta Kepala Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, Ali Shaath.

Dukungan Internasional untuk Gaza

Dalam pertemuan tersebut, para delegasi sepakat untuk memberikan dukungan finansial yang lebih besar bagi upaya pemulihan awal Gaza. Kesepakatan ini sejalan dengan Rencana Perdamaian Gaza dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, serta melengkapi inisiatif internasional lainnya di bidang yang sama. "Komisioner Suica secara resmi meluncurkan Team Gaza Initiative yang mengumpulkan kontribusi keuangan sebesar 883,6 juta euro untuk mendukung tindakan pemulihan awal di berbagai sektor demi kesejahteraan warga sipil di Gaza," tulis Komisi Eropa di laman resminya.

Partisipasi Negara dan Lembaga

Negara-negara seperti Spanyol, Denmark, Inggris, Jerman, Norwegia, Finlandia, Italia, Belanda, Prancis, Jepang, Swiss, Swedia, dan Belgia akan berpartisipasi dalam inisiatif ini. Negara-negara lain seperti Australia dan Kanada juga menunjukkan minat untuk bergabung. Selain itu, lembaga seperti Bank Dunia dan Bank Investasi Eropa akan terlibat dalam Team Gaza Initiative. Menurut laman Komisi Eropa, inisiatif ini berakar dari laporan berjudul The Rapid Damage and Needs Assessment for Gaza yang dirilis oleh Uni Eropa, PBB, dan Bank Dunia pada April 2026. Tujuannya adalah untuk mengoordinasikan proyek-proyek pemulihan awal di Gaza agar layanan dasar bagi penduduk, seperti infrastruktur air dan sanitasi, pemulihan sistem kesehatan, energi, pertanian, dan pangan, dapat berfungsi kembali.

Selama kunjungannya baru-baru ini ke Israel dan Palestina, Komisioner Šuica mencapai kesepakatan dengan otoritas Israel mengenai langkah-langkah selanjutnya untuk implementasi dua proyek besar di bidang pengelolaan limbah dan air di Gaza. Pertemuan hari ini mencakup pertukaran dan penyelarasan pertama mengenai proyek-proyek ini," tulis Komisi Eropa di laman resminya.

Untuk menyalurkan dana kepada Otoritas Palestina dengan aman dan transparan, Komisi Eropa mengandalkan PEGASE. Sistem ini dirancang oleh Uni Eropa pada tahun 2008 dengan standar kontrol tinggi yang diterapkan melalui audit ex ante dan verifikasi ex post. Para donor di bawah PEGASE berkontribusi pada pengurangan biaya transaksi yang signifikan untuk dukungan keuangan kepada Otoritas Palestina. Hal ini juga memungkinkan peningkatan kepemilikan, transparansi, dan efektivitas kontribusi internasional kepada Otoritas Palestina. Sejak didirikan, PEGASE telah menyalurkan dukungan kepada rakyat Palestina dengan total mencapai 3,8 miliar euro.

Artikel Terkait