Fakta Ekonomi

Inisiatif Tim Gaza Diluncurkan oleh Komisi Eropa dengan Dana Pemulihan Rp 16,9 Triliun

Komisi Eropa meluncurkan inisiatif baru untuk mendukung pemulihan Gaza dengan total dana mencapai 883,6 juta euro, setara dengan Rp 16,9 triliun. Pendanaan ini ditujukan untuk berbagai sektor penting...

P
Panca Akbar Saputra
14 July 2026
18 pembaca
Foto: EPA/MOHAMMED SABER
Foto: EPA/MOHAMMED SABER

Pada hari Senin, 13 Juli 2026, Komisi Eropa mengadakan pertemuan kedua Kelompok Donor Palestina di Brussels, di mana mereka memperkenalkan Team Gaza Initiative. Inisiatif ini menyediakan dana terkoordinasi sebesar 883,6 juta euro, yang setara dengan sekitar Rp 16,9 triliun atau 1,03 miliar dolar AS, untuk mendukung pemulihan awal Gaza.

Alokasi dana ini akan difokuskan pada sektor-sektor penting seperti air dan sanitasi, pembersihan puing-puing, pengelolaan limbah, kesehatan, energi, pertanian, serta sistem pangan. Inisiatif ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Komisi Eropa, Bank Investasi Eropa, Bank Dunia, serta sejumlah negara seperti Spanyol, Denmark, Inggris, Jerman, Norwegia, Finlandia, Italia, Belanda, Prancis, Jepang, Swiss, Swedia, dan Belgia.

Komitmen Tambahan dari Negara Anggota

Australia dan Kanada juga menunjukkan ketertarikan untuk bergabung dalam inisiatif ini. Pertemuan kelompok donor tersebut menghasilkan tambahan komitmen pendanaan melalui mekanisme PEGASE Uni Eropa, di mana negara-negara anggota menandatangani perjanjian kontribusi baru senilai 41,7 juta euro, yang setara dengan sekitar 48,7 juta dolar AS.

Koordinasi Dukungan Internasional

Pendanaan ini melengkapi komitmen sebelumnya dari Komisi Eropa yang mencapai 310 juta euro, atau sekitar 362,3 juta dolar AS, melalui mekanisme PEGASE untuk periode 2026-2027. Komisi Eropa menyatakan bahwa Team Gaza Initiative bertujuan untuk mengoordinasikan dukungan internasional guna memulihkan layanan dasar dan infrastruktur di Gaza, serta melengkapi upaya global dalam pemulihan wilayah kantong Palestina yang mengalami kerusakan parah akibat konflik.

Selain itu, Komisi Eropa juga menyoroti kemajuan yang dicapai oleh Otoritas Palestina dalam melaksanakan reformasi di berbagai bidang, termasuk tata kelola, fiskal, administrasi publik, perlindungan sosial, pendidikan, dan infrastruktur sesuai dengan agenda reformasi yang telah ditetapkan.

Artikel Terkait