Fakta Ekonomi

Tokenisasi Aset Diperkirakan Menjadi Tren Utama dalam Industri Kripto

Tren tokenisasi aset, yang dikenal sebagai Real World Assets (RWA), semakin berkembang di industri kripto global berkat peningkatan penggunaan teknologi blockchain oleh lembaga keuangan. Proyeksi menu...

N
Naufal Akbar
15 July 2026
5 pembaca
Foto: Pixabay
Foto: Pixabay

Perkembangan tokenisasi aset atau Real World Assets (RWA) semakin menguat di sektor aset kripto global, seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi blockchain oleh institusi keuangan. Fenomena ini diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekosistem aset digital dalam beberapa tahun mendatang.

Sebuah laporan dari Citi Institute yang berjudul Tokenization 2030 memperkirakan bahwa nilai total aset yang ditokenisasi di seluruh dunia dapat mencapai 5,5 triliun dolar AS pada tahun 2030. Saat ini, estimasi valuasi pasar untuk tokenisasi aset berada di sekitar 17 miliar dolar AS.

Peluang Baru dalam Investasi

Menurut Chief Marketing Indodax, Aloysia Dian, tokenisasi aset merupakan inovasi yang menghubungkan aset keuangan tradisional dengan teknologi blockchain, sehingga memberikan akses yang lebih luas terhadap berbagai instrumen investasi. “Tokenisasi aset membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memperoleh eksposur terhadap berbagai aset global melalui infrastruktur blockchain. Inovasi ini bukan sekadar menghadirkan jenis aset baru, tetapi juga mencerminkan bagaimana teknologi blockchain mulai digunakan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas di sektor keuangan,” ujarnya.

Aloysia menjelaskan bahwa tokenisasi memungkinkan berbagai jenis aset, mulai dari saham, obligasi, komoditas, hingga aset alternatif, untuk direpresentasikan dalam bentuk token digital. Hal ini memungkinkan perdagangan yang lebih efisien melalui teknologi blockchain. Saat ini, Indodax menawarkan lebih dari 20 aset yang berkaitan dengan Real World Assets (RWA), termasuk tujuh saham yang telah ditokenisasi yang mencerminkan pergerakan harga saham perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Amazon, Alphabet (Google), NVIDIA, Tesla, Circle, dan Coinbase.

Perkembangan di Indodax dan Ekosistem Digital

Kehadiran produk-produk ini tidak hanya memperluas pilihan diversifikasi investasi, tetapi juga memberikan eksposur terhadap sektor ekonomi global. Aloysia menambahkan bahwa perhatian yang meningkat terhadap tokenisasi aset mulai terlihat dari aktivitas perdagangan di Indodax. Ia mencatat bahwa kategori RWA menunjukkan pertumbuhan dalam transaksi dan jumlah investor sepanjang tahun ini. Menurutnya, perkembangan ini menunjukkan bahwa blockchain tidak lagi hanya terkait dengan aset kripto, tetapi juga mulai berfungsi sebagai infrastruktur digital yang mendukung berbagai instrumen keuangan.

“Kami melihat tokenisasi aset sebagai salah satu bentuk evolusi industri blockchain. Semakin luas pemanfaatan teknologi ini, semakin besar pula peluang untuk menghadirkan sistem keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan transparan,” ungkapnya.

Momentum ini juga sejalan dengan arah pengembangan ekosistem aset digital di Indonesia. Dalam Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026-2031, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memasukkan pengembangan tokenisasi aset, regulasi stablecoin, transaksi over-the-counter (OTC), serta penguatan keamanan siber sebagai inisiatif strategis untuk mendorong inovasi di sektor keuangan digital.

Indodax menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang sejalan dengan perkembangan industri global, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat agar menerapkan prinsip Do Your Own Research (DYOR) sebelum berinvestasi dalam aset digital.

Artikel Terkait