Tuesday, 12 May 2026
Fakta Nasional

Xi Jinping Tegaskan Pentingnya Inovasi untuk Hadapi Persaingan Global

Presiden China Xi Jinping menekankan perlunya memperkuat fondasi sains dan teknologi negara di tengah persaingan ketat dengan Amerika Serikat, dalam sebuah simposium yang diadakan di Shanghai.

A
Admin Nalarfakta
10 May 2026 7 pembaca
Xi Jinping Tegaskan Pentingnya Inovasi untuk Hadapi Persaingan Global

Presiden China, Xi Jinping, semakin menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi persaingan teknologi global, khususnya dengan Amerika Serikat. Dalam sebuah simposium yang berlangsung di Shanghai pada tanggal 30 April, Xi menekankan pentingnya memperkuat fondasi sains dan teknologi China di tengah rivalitas yang semakin intens dengan AS.

Dalam forum tersebut, Xi mengajak untuk meningkatkan riset dasar secara lebih konkret dan berkelanjutan guna memperkuat kapasitas inovasi orisinal di China. Ia menyatakan bahwa riset dasar adalah sumber dari seluruh sistem ilmiah dan menjadi “saklar utama” bagi berbagai persoalan teknologi. Ia juga mengungkapkan bahwa dunia kini memasuki fase baru revolusi sains dan transformasi industri, di mana persaingan teknologi global semakin berfokus pada riset di bidang-bidang mutakhir yang masih berada di tahap dasar, namun berpotensi menghasilkan teknologi masa depan.

Fokus pada Inovasi dan Riset Dasar

Xi menekankan bahwa inovasi orisinal dan disruptif akan menjadi faktor penentu dalam kekuatan suatu negara. “Kita harus memanfaatkan peluang, menghadapi tantangan, menempatkan riset dasar sebagai prioritas utama, mengembangkannya secara berkelanjutan, dan terus berupaya meraih pencapaian,” kata Xi. Pernyataan ini sejalan dengan kebijakan jangka panjang China yang sebelumnya disampaikan dalam rapat parlemen nasional di Beijing, di mana Xi mengalihkan sumber daya besar-besaran ke bidang-bidang strategis seperti AI dan komputasi kuantum untuk menghadapi persaingan dengan AS.

Menurut Xi, persaingan antara kedua negara pada akhirnya akan ditentukan oleh inovasi teknologi yang dapat mendorong kekuatan ekonomi, militer, dan budaya. Oleh karena itu, China kini semakin agresif dalam mengembangkan sektor-sektor teknologi baru, termasuk bio-manufaktur, energi hidrogen, dan jaringan seluler 6G. Dalam simposium tersebut, ia juga menekankan pentingnya perencanaan menyeluruh dan desain tingkat atas dalam pengembangan riset dasar, serta memperkuat peran lembaga riset nasional dan universitas riset tingkat tinggi.

Integrasi dan Kemandirian Teknologi

Xi menginginkan agar integrasi antara industri, akademisi, penelitian, dan penerapan diperkuat agar rantai inovasi berjalan lancar, dari riset dasar hingga komersialisasi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap pengalaman China yang menghadapi berbagai pembatasan teknologi dari AS dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah AS telah membatasi akses China terhadap teknologi strategis, termasuk semikonduktor canggih, yang mengakibatkan perusahaan-perusahaan teknologi China seperti Huawei kehilangan akses ke berbagai teknologi penting.

Situasi ini membuat pemerintah China semakin mendesak untuk mencapai kemandirian teknologi. Xi mendorong strategi agar ekonomi dan militer China tidak rentan terhadap pemutusan akses terhadap semikonduktor dan teknologi penting lainnya dari Barat. Dalam pidatonya, Xi juga menekankan pentingnya pengembangan talenta dan dukungan terhadap riset dasar, termasuk pendanaan jangka panjang dan pembangunan infrastruktur sains dan teknologi yang utama.

Ia menyerukan perlunya kerja sama internasional dalam bidang riset dasar dan keterlibatan aktif China dalam tata kelola sains dan teknologi global. Semua langkah ini menunjukkan bahwa bagi China, persaingan teknologi dengan AS bukan hanya sekadar soal produk atau perusahaan tertentu, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kekuatan nasional berbasis sains dan teknologi.

// Artikel Terkait