Fakta Nasional

--- AS Beri Peringatan kepada Iran Terkait Ancaman Israel ---

--- Amerika Serikat memberikan peringatan kepada Iran mengenai rencana Israel untuk membunuh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf saat mereka terlibat dalam n...

D
Dila Rakasiwi
03 July 2026
44 pembaca
Menlu Iran Abbas Araghchi (tengah) dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (kiri) saat menghadiri pembicaraan dengan AS di Swiss (dok. Reuters)
Menlu Iran Abbas Araghchi (tengah) dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (kiri) saat menghadiri pembicaraan dengan AS di Swiss (dok. Reuters)
---TITLEEXCERPT--- Amerika Serikat memberikan peringatan kepada Iran mengenai rencana Israel untuk membunuh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf saat mereka terlibat dalam negosiasi untuk mengakhiri konflik. ---CONTENT---

Washington DC - Amerika Serikat (AS) secara tidak langsung mengingatkan Iran mengenai rencana Israel untuk membunuh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Keduanya sedang terlibat dalam perundingan dengan AS untuk menyelesaikan perang. Informasi ini diungkap oleh New York Times (NYT) dalam laporan yang dirilis pada Kamis (2/7), dengan mengutip beberapa pejabat AS, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun, yang memahami situasi tersebut.

Peringatan untuk Negara-Negara Timur Tengah

Menurut laporan NYT yang dirilis oleh TRT World dan The Times of Israel pada Jumat (3/7/2026), peringatan tersebut disampaikan oleh AS secara tidak langsung kepada negara-negara di kawasan Timur Tengah. Negara-negara tersebut diminta untuk memberi tahu Iran mengenai rencana pembunuhan yang diusulkan oleh Israel. Sejumlah pejabat AS meyakini bahwa Israel mungkin telah merencanakan tindakan tersebut terhadap Araghchi dan Ghalibaf, yang merupakan negosiator utama Iran, dalam beberapa minggu setelah gencatan senjata yang dimulai pada awal April lalu.

Kekhawatiran AS dan Upaya Mencegah Pembunuhan

Dalam laporan NYT, dijelaskan bahwa perundingan antara Washington dan Teheran, yang dimediasi oleh Pakistan, semakin intensif pada saat itu. Pejabat pemerintahan Presiden AS Donald Trump merasa sangat khawatir dan meminta negara-negara sekutu AS di Timur Tengah untuk memperingatkan Iran mengenai kemungkinan upaya Israel untuk menargetkan Araghchi dan Ghalibaf. Mereka percaya bahwa setiap upaya pembunuhan setelah negosiasi dimulai secara serius pada bulan April akan mengganggu proses perundingan dan memicu kembali konflik antara AS-Israel dan Iran.

NYT juga melaporkan bahwa Washington mengetahui bahwa Ghalibaf telah dimasukkan dalam daftar target Israel dan mendesak Israel untuk tidak melanjutkan rencana tersebut. Laporan tersebut mencantumkan pernyataan dari pejabat Iran yang menyatakan bahwa Teheran meminta jaminan dari AS, melalui mediator Pakistan dan Qatar, agar Israel tidak menyerang tim negosiator mereka selama pertemuan berlangsung.

Ancaman nyata dari Israel terhadap Ghalibaf muncul saat ia dalam penerbangan kembali ke Teheran dari Islamabad setelah melakukan pembicaraan dengan Wakil Presiden AS JD Vance pada 12 April. Menurut dua pejabat Teheran yang berbicara kepada NYT, pasukan keamanan Iran memberitahu awak pesawat yang mengangkut Ghalibaf tentang informasi intelijen yang menunjukkan rencana Israel untuk menyerang pesawat tersebut. Pada saat itu, dua jet tempur Israel terdeteksi melanggar wilayah udara Iran dari Irak.

Pesawat yang membawa Ghalibaf akhirnya dialihkan dan melakukan pendaratan darurat di Mashhad, di bagian timur laut Iran. Ghalibaf dan anggota delegasi Iran lainnya kemudian melanjutkan perjalanan ke Teheran melalui jalur darat.

Artikel Terkait