Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Hanif Dhakiri, memberikan pendapat mengenai Destry Damayanti yang diusulkan sebagai calon Gubernur Bank Indonesia. Menurutnya, Destry adalah sosok yang layak untuk memimpin bank sentral karena dianggap memiliki kemampuan, profesionalisme, dan pengetahuan yang mendalam tentang kebijakan moneter.
“Bu Destry kan memang figure yang sudah kita kenal dengan baik, dan masyarakat juga sudah mengenal dengan baik, saya kira beliau figure yang sangat diandalkan, profesional, dan orangnya sudah berpengalaman luas, mengenal lah seluk-beluk moneter. Dan juga BI tentunya ke depan kita harapkan bahwa situasi ini (dinamika pasar) akan menjadi lebih baik,” ujar Hanif.
Proses Uji Kelayakan Masih Menunggu Jadwal
Berkenaan dengan proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon Gubernur BI, Hanif menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada jadwal yang ditetapkan. Hal ini disebabkan karena DPR RI sedang menjalani masa reses yang akan berakhir pada 13 Agustus 2026. Sementara itu, pada 14 Agustus 2026, DPR dijadwalkan untuk menggelar Sidang Tahunan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
“Terkait fit and proper test sendiri, karena ini masih reses, kita juga belum baca suratnya, nah mudah-mudahan nanti tanggal 14 (Agustus) kan kita sudah masuk mungkin akan segera digelar rapat pimpinan dan pasti akan segera dijadwalkan,” jelasnya.
Calon Tunggal Bukan Masalah
Hanif juga menanggapi pertanyaan mengenai status Destry sebagai satu-satunya calon Gubernur BI. Ia menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah suatu masalah, karena keberadaan calon tunggal untuk posisi Gubernur BI merupakan hal yang biasa. Ia menambahkan bahwa tidak perlu ada kekhawatiran dari publik terkait risiko hanya adanya satu calon.
“Kan biasanya juga begitu. Kecuali kalau misalnya Dewan Gubernur. Kalau Gubernur biasanya satu,” tuturnya.