Fakta Ekonomi

Destry Damayanti Dinilai Ideal untuk Mempertahankan Kebijakan Moneter BI

Keputusan Presiden Prabowo untuk mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia mendapatkan dukungan dari ekonom yang menilai langkah tersebut tepat untuk menjaga kelanjutan kebija...

P
Padma Dewi
10 August 2026
36 pembaca
Foto: Dok Tangkap Layar
Foto: Dok Tangkap Layar

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai bahwa usulan Presiden Prabowo untuk menjadikan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia adalah pilihan yang sangat tepat untuk memastikan kesinambungan dalam kebijakan moneter. Fakhrul menyebut Destry sebagai salah satu teknokrat moneter terkemuka di Indonesia, yang memiliki pengalaman luas di berbagai bidang, termasuk akademik, pasar keuangan, perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta di bank sentral.

Pentingnya Pengalaman dalam Menghadapi Tantangan

“Kombinasi pengalaman seperti ini sangat penting ketika tantangan bank sentral semakin kompleks,” ungkap Fakhrul di Jakarta pada Senin (10/8/2026). Dia menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh Gubernur Bank Indonesia selanjutnya tidak hanya berkisar pada pengendalian inflasi dan penyesuaian suku bunga. Bank sentral kini memasuki era baru di mana berbagai perubahan seperti teknologi, kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, serta ketidakpastian geopolitik mulai mempengaruhi cara perekonomian beroperasi.

Menavigasi Perubahan Ekonomi Global

Fakhrul mengemukakan bahwa tantangan yang dihadapi oleh bank sentral semakin meluas ke depannya. “Perubahan yang sedang terjadi bukan sekadar perubahan siklus ekonomi, tetapi juga perubahan struktural dalam ekonomi global. Oleh karena itu, bank sentral harus mampu mengantisipasi perubahan jangka panjang, bukan hanya mengelola fluktuasi jangka pendek,” jelasnya. Dia juga menekankan bahwa setelah fase stabilisasi yang berhasil dalam menjaga kredibilitas kebijakan dan stabilitas nilai tukar, tantangan berikutnya adalah memastikan stabilitas tersebut dapat diterjemahkan menjadi likuiditas yang lebih sehat serta transmisi kebijakan yang lebih efektif. Selain itu, independensi bank sentral harus menjadi fondasi utama, namun tetap perlu dilakukan koordinasi dengan pemangku kebijakan lainnya.

Artikel Terkait